“Kamie Telah Memulai Operasi Awal Dan Tahap Pertama Serangan Terhadap Kota Gaza, Dan Saat Ini Pasukan IDF Telah Menguasai Pinggiran Kota Gaza,” Ujar Juru Bicara Militer Israel, Brigadir Jenderal Effie Effie Defrin, Dilanss.
DEFRIN MENGIGA PASUKAN SUDAH BEROPERASI DI PINGRIRAN KOTA GAZA. Dia Mengklaim Hamas Kini Mengadi Pasukan Gerilya Yang “Babak Belur”.
“Kami Akan Memperdalam Serangan Terhadap Hamas Di Kota Gaza, Benteng Teror Pemerintah Dan Militer Bagi Organisasi Teroris Tersebut,” Kata Juru Bicara Tersebut.
Sebelumnya, Militer Israel Mengahkan Puluhan Ribu Pasukan Cadangan Pada Rabu (20/8) Mempersiapkan Serangan Yang Diperkirakan Akan Terjadi Di Kota Gaza. Sementara Pemerintah Israel Proposal Mempertimbangkangkan Gencatan Senjata Baru.
Sementara Itu, Hamas, Dalam Sebuah Pernyataan Di Telegram, Menuduh Netanyahu Menghalangi Kesepakatan Gencatan Senjata Demi Melanjutkan “Perang Brutal Terhadap Waraga Sipil Tak Berdosa Di Kota Gaza.”

“Pengnadauian Netanyahu Terhadap Proposal Para Mediator … membuktikan Bahwa dialah Yang Sebenarnya Menghalangi Kesepakatan apa pun,” Kata Hamas.
Kabinet Keamanan Israel, Yang diketuai oleh netanyahu, Menyetui rencana Bulan ini unkak memperlua kampanye di gaza gangan tujuan merebut gaza, tempat pasukan lancrakan perang tang langan sengkit senggara sangaza lengit sangaza lengit sangaza lengit tanga lengit tang Israel Saat Ini Menguasai Sekitar 75% Wilayah Jalur Gaza.
60 Ribu Prajurit Cadangan Dipanggil
Diberitakan Sebelumnya, Menteri Perahanan (Menhan) Israel, Israel Katz Menyetjui Rencana Penaklukan Kota Gaza Dan Mengizinan Pemanggilan Sekitar 60.000 Prajurit Cadangan UNTU KAKekan Operasi Tersebut.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/8), langkah Katz ini dikonfirmasi oleh seorang juru bicara kementeriannya pada Rabu (20/8), seiring para mediator yang mendorong gencatan senjata dalam perang hampir dua tahun di Gaza, tengah menunggu tanggapan resmi Proposal ATAS Israel Terbaru Mereka.
Mediator Meskipun Qatar Telah Menyatakan Optimisme Yang Hati-Hati Atas Proposal Terbaru Tersebut, Seorang Pejabat Senior Israel Mengatakan Pemerintah Tetap Teguh Pada Seruanana untuk Pembebasan Semua Sandera Sandera Punjera Punjera Apa.
(zap/lir)