Bantul, rakyatpembaruan.com —
Program pemberdayaan masyarakat Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan hasil yang positif. Puluhan jurnalis mitra PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengunjungi rumah produksi UMKM Berlian Progo, pengolah kacang koro di Dusun Babakan Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta pada Rabu (5/11/2025).

Winarti, marketing UMKM Berlian Progo, menyampaikan apresiasinya atas kedatangan para jurnalis dan tim Pertamina Patra Niaga Sumbagsel.

“Berlian Progo berdiri pertama kali di tahun 2021, saat itu hanya membuat tempe koro, kemudian kita buat lagi olahan keripik koro, bakpia koro dan minuman sari koro dan saat ini terus bertambah variannya dengan harga jual mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 28 ribu,” ungkap Winarti.
Sedangkan bahan baku kacang koro diperoleh melalui kerja sama dengan petani setempat.
Ester, Manager Marketing UMKM Berlian Progo, menambahkan bahwa usaha ini lahir berkat binaan Pertamina.
“UMKM ini terbentuk atas prakarsa dan binaan dari Pertamina, kami diberikan pelatihan, modal usaha dan modal peralatan dan kini Alhamdulillah setiap hari bisa memproduksi 10 kg kacang koro menjadi berbagai varian,” katanya.
Ester bercerita bahwa pada akhir tahun 2020, para ibu rumah tangga di Bantul ditawari program pemberdayaan oleh Pertamina dan akhirnya memilih mengolah kacang koro yang saat itu kurang diminati.
“Kami akhirnya mengambil yang antimainstream,” katanya.
Inovasi produk kini meliputi tempe koro, keripik tempe, tempe bacem frozen, tempe mentah, susu koro, hingga bakpia koro. Produk-produk tersebut diproduksi secara rutin dan mulai mendapat permintaan dari berbagai daerah.
Selainolahan kacang koro, pesanan bibit koro pun meningkat, termasuk permintaan 1 ton dari Aceh, meski belum mampu dipenuhi.
Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan harapan agar program ini menjadi inspirasi daerah lain.
“Dukungan yang diberikan Pertamina diantaranya seperti pembangunan kapasitas, infrastruktur untuk mendukung produksi dan bisa memperluas pemasaran secara digitalisasi,” ujarnya.(Adi/Rp)