Banyuasin, rakyatpembaruan.com—
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan listrik yang cepat dan aman, PLN ULP Mariana memperkuat peran kolaboratifnya bersama perangkat daerah melalui sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan dan transformasi layanan digital kepada seluruh camat di Kabupaten Banyuasin. Langkah ini menegaskan komitmen PLN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat serta memastikan pemahaman seragam di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa dalam mengedukasi warga mengenai layanan kelistrikan yang aman dan modern.
Kegiatan yang berlangsung pada 8 Desember 2025 di Hotel OPI Indah ini diikuti oleh Bappeda, jajaran camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Banyuasin. Melalui pertemuan ini, PLN memperkenalkan berbagai inovasi digital, termasuk pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal layanan utama — mulai dari pelaporan gangguan, pengecekan tagihan, pembayaran, hingga permohonan pasang baru dan perubahan daya.
Manajer PLN ULP Mariana, Ozzy Ramadhana, menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis PLN dalam memastikan pelayanan yang lebih responsif dan transparan.

“PLN Mobile membuka akses layanan yang lebih cepat dan mudah bagi masyarakat. Kami mengajak para camat dan perangkat desa untuk ikut mengedukasi warga, baik terkait pemanfaatan layanan digital maupun pentingnya penggunaan listrik yang aman dan sesuai standar instalasi,” ujarnya.
Selain transformasi digital, edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan juga menjadi fokus utama. Materi yang diberikan meliputi potensi bahaya korsleting, risiko kebakaran akibat instalasi tidak layak, hingga kewaspadaan ketika terjadi kerusakan jaringan atau bencana seperti banjir dan angin kencang. Edukasi ini penting mengingat Banyuasin memiliki sejumlah wilayah rawan banjir dan organisasi padat.
Peserta kegiatan memberikan respon positif, seperti disampaikan Rika, salah satu perangkat desa yang hadir.
“Informasi dari PLN ini sangat penting. Kami di tingkat kecamatan siap menyampaikan pesan keselamatan listrik kepada warga, terutama di wilayah rawan banjir. Kami juga mendidik bahwa dengan digitalisasi, akses pelayanan listrik menjadi jauh lebih mudah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, PLN juga menyampaikan kontribusinya terhadap pembangunan daerah melalui pembayaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) serta berbagai bentuk kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Kontribusi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengembangan layanan publik, termasuk infrastruktur penerangan jalan umum.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Selain menghadirkan listrik yang andal, PLN juga terus berkontribusi melalui PPJ yang dapat kembali digunakan untuk kebutuhan pembangunan daerah,” tambah Ozzy.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perangkat daerah menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pasokan dan meningkatkan literasi masyarakat terkait layanan kelistrikan.
“PLN tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi bersama camat, lurah, dan kepala desa sangat penting untuk menjamin keselamatan pesan dan pemanfaatan layanan digital yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, PLN ULP Mariana berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin semakin kuat dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan listrik. Dengan dukungan perangkat daerah, informasi mengenai keselamatan listrik dan layanan digital diharapkan dapat disampaikan lebih luas sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
(Adi/Rp)