Pengumuman Abbas ini, seperti dilansir AFP, Selasa (3/2/2026), disampaikan dalam dekrit presiden yang diberitakan oleh kantor berita Palestina, WAFA, pada Senin (2/2) waktu setempat.
Abbas mengatakan dalam dekritnya, bahwa pemilu parlemen itu akan memilih langsung anggota Dewan Nasional Palestina (PNC), yang merupakan parlemen untuk Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Pemungutan suara untuk pemilu itu, sebut saja Abbas dalam dekritnya, bisa diadakan di dalam wilayah Palestina atau di luar wilayah Palestina. Abbas mengajak seluruh rakyat Palestina, baik yang ada di tanah air maupun di luar negeri, untuk mengikuti pemilu parlemen tersebut nanti.
“Pemilu akan diadakan di mana pun yang memungkinkan, baik di dalam maupun di luar Palestina, untuk memastikan partisipasi seluas mungkin dari rakyat Palestina di mana pun mereka berada,” demikian bunyi dekrit yang dirilis oleh Abbas, yang merupakan Presiden Otoritas Palestina dan PLO ini.
“Pemilu akan diselenggarakan sesuai dengan prinsip perwakilan proporsional sepenuhnya, menjamin perwakilan yang adil untuk semua segmen rakyat Palestina, termasuk perempuan, pemuda, dan komunitas Palestina di luar negeri,” sebut dekrit kepresidenan Palestina tersebut.
“Komisi Pemilihan Pusat akan mengawasi penuh atas proses pemilu,” imbuh dekrit itu.
Ini akan menjadi anggota PNC pertama yang dipilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Palestina. Di masa lalu, para anggota dewan diangkat atau dipilih dari dalam gerakan tersebut.
PNC telah lama berfungsi sebagai parlemen PLO di sinyalemen. Dewan ini didominasi oleh Fatah, gerakan politik Abbas, yang didirikan bersama mendiang Yasser Arafat, pemimpin bersejarah Palestina yang meninggal dunia pada tahun 2004.
Baik Hamas maupun Jihad Islam Palestina, yang memiliki basis di Jalur Gaza dan bukan merupakan anggota PLO, tidak memiliki perwakilan dalam dewan tersebut.
(nvc/ita)