Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera membangun jembatan untuk memulihkan konektivitas warga yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Pemulihan dilakukan secara paralel melalui pembangunan tiga jenis jembatan, yakni bailey, armco, dan perintis di sejumlah titik terselamatkan. Proses pembangunan dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI AD dan Polri yang tergabung dalam Satgas PRR.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemulihan konektivitas tidak berhenti pada pembangunan jembatan dan jalan fungsional.
Ke depan, Satgas PRR akan mempercepat pembangunan infrastruktur permanen agar jaringan transportasi, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi dapat kembali normal sepenuhnya.

“Jembatan daerah, ini terutama di tingkat kabupaten/kota, ada yang sudah bisa 100 persen tapi temporer dan harus dipermanenkan, ada yang belum fungsional, harus di fungsionalkan, tapi tidak menghambat sistem logistik, itu yang paling penting sekali,” kata Tito, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, hari ini.
Sekadar informasi, jembatan bailey merupakan jembatan rangka baja ringan yang bersifat portabel dan prefabrikasi, sehingga dapat dirakit dalam waktu singkat tanpa alat berat khusus. jembatan aramco terbuat dari lembaran baja galvanis bergelombang untuk memperkuat struktur. Sementara itu, jembatan perintis dibangun secara sederhana dengan material bervariasi, termasuk model jembatan gantung.
Berdasarkan data Satgas PRR per 31 Maret, sebagian besar pembangunan jembatan di titik titik terlindungi telah rampung. Di Aceh, dari 41 unit jembatan bailey yang direncanakan, 39 unit telah selesai dan dua lainnya masih dalam proses. Dari 82 unit jembatan armco, 44 unit telah rampung. Sementara itu, dari 15 unit jembatan perintis, 14 unit telah selesai dibangun.
Di Sumut, dari 24 unit jembatan bailey, 12 unit telah selesai dan sisanya masih dalam proses. Dari 33 unit jembatan aramco, 18 unit telah rampung. Sedangkan jembatan perintis, dari 13 unit yang direncanakan, 12 unit telah selesai dibangun.
Sementara di Sumbar, seluruh 11 unit jembatan bailey telah rampung. Dari 30 unit jembatan aramco, 13 unit telah selesai. Sedangkan jembatan perintis, dari 9 unit yang direncanakan, 5 unit telah rampung dibangun.
(prf/ega)
