Palembang, rakyatpembaruan.com —
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat kian menunjukkan kemajuan nyata. Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, terus menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi strategi proyek tersebut.
Pelabuhan Tanjung Carat dinilai memiliki peran penting bagi Sumatera Selatan. Pasalnya, dari enam gubernur yang pernah memimpin provinsi ini, belum ada yang berhasil mewujudkan pembangunan pelabuhan tersebut.
“Pada tanggal 9 April nanti, kami akan melaksanakan peluncuran proyek Pelabuhan Tanjung Carat yang akan dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI. Selain itu, juga akan dilakukan penandatanganan MoU komitmen dukungan serta pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP),” ujar Herman Deru di Griya Agung, Kamis (2/4/2026).

Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah melakukan market sounding kepada sejumlah perusahaan, antara lain PT Pusri, PT Bukit Asam (PTBA), dan PT Hutama Karya, guna memberikan dukungan positif menjelang pelaksanaan peluncuran proyek.
Untuk memantapkan langkah tersebut, Pemprov Sumsel turut menjalin kemitraan dengan PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur.
“Kerja sama ini untuk memantapkan langkah pembangunan bersama Bukaka. Kami telah melakukan pertemuan guna memperkuat sinergi,” tambahnya.
Herman Deru menegaskan, skema business to business (B to B) merupakan pilihan tepat dalam pembangunan pelabuhan ini. Ia berharap kolaborasi antara tim pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dan pihak Bukaka dapat menghasilkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sumsel.
“Pembangunan pelabuhan ini harus mengikuti tahapan sesuai jadwal. Aspek hukum harus tetap dipatuhi, meskipun kerap menjadi tantangan. Selanjutnya, kita akan mengikuti Arahan Menteri Perhubungan saat peluncuran proyek nanti,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Portofolio PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Budi Hartono, memaparkan bahwa perusahaannya merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang manufaktur, engineering, pengadaan, dan konstruksi (EPC), serta investasi infrastruktur.
“Kapabilitas kami meliputi penyediaan dan pembangunan struktur baja dan jembatan, pengembangan infrastruktur transportasi dan bangunan publik, serta keterlibatan sebagai mitra investasi pada proyek infrastruktur tertentu,” jelasnya.
Sekadar informasi, Pelabuhan Tanjung Carat telah ditetapkan sebagai Proyek Strategi Nasional (PSN) oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
Saat ini, proyek tersebut berada pada tahap persiapan konstruksi dan diharapkan dapat selesai sesuai target. Kehadiran Pelabuhan Tanjung Carat diyakini akan meningkatkan daya saing ekonomi Sumatera Selatan menjadi sekaligus pintu gerbang ekspor komoditas unggulan, seperti karet, sawit, dan batu bara.(Ferdi/Rp)
