New Delhi – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menuduh negara tetangganya, Uni Emirat Arab (UEA), telah memainkan peran aktif dalam perang yang dikobarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
“UEA adalah mitra aktif dalam agresi ini, dan tidak ada keraguan tentang hal tersebut,” kata Araghchi saat menghadiri KTT BRICS di India, seperti dilansir AFP, Kamis (14/5/2026).
“Juga menjadi jelas bahwa mereka berpartisipasi dalam serangan-serangan ini dan bahkan mungkin telah bertindak langsung terhadap kami,” ucapnya.
Dalam forum BRICS tersebut, Araghchi juga menyinggung soal apa yang digambarkan Israel sebagai pertemuan “rahasia” antara Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohammad bin Zayed Al Nahyan di wilayah UEA sendiri. Otoritas Abu Dhabi telah membantah adanya pertemuan rahasia tersebut.

“Hubungan dengan Israel bersifat publik dan dibangun dalam kerangka Abraham Accords yang dikenal baik dan diumumkan secara publik. Hubungan ini tidak didasarkan pada privasi atau pengaturan rahasia,” tegas otoritas UEA dalam pernyataan yang melaporkan kantor berita WAM pada Rabu (12/5) malam.
“Oleh karena itu, klaim apa pun mengenai kunjungan atau pengaturan yang tidak diungkapkan ke publik, adalah tuduhan tidak berdasar, kecuali itu dirilis oleh otoritas resmi yang relevan di UEA,” sebut otoritas UEA, seperti dilansir Al Jazeera.
Bantahan itu menyampaikan beberapa jam setelah kantor Netanyahu, via media sosial pada hari yang sama, menyebut PM Israel telah mengadakan pertemuan dengan Al Nahyan selama “kunjungan rahasia” di tengah perang Iran. Tidak disebutkan tanggal pasti pertemuan tersebut.
Kantor Netanyahu memuji pertemuan itu sebagai “terobosan bersejarah” dalam hubungan kedua negara.
Perkembangan terbaru ini terjadi seiring semakin meluasnya kerja sama antara Israel dan negara-negara Teluk, terutama dalam isu keamanan terkait Iran.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkapkan pekan ini bahwa Israel mengerahkan baterai sistem pertahanan udara Iron Dome, beserta para personel yang mengoperasikannya, ke wilayah UEA selama perang melawan Iran berkecamuk.
Informasi tersebut, seperti dilansir AFP, diungkapkan oleh Huckabee saat berbicara dalam sebuah konferensi di Universitas Tel Aviv pada Selasa (12/5) waktu setempat. Otoritas UEA belum menanggapi langsung klaim Huckabee tersebut.
(nvc/idh)
