Jakarta, rakyatpembaruan.com—
Di tengah dinamika industri penerbangan global yang dipengaruhi oleh cuaca geopolitik serta fluktuasi harga bahan bakar termasuk avtur, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia keberlangsungan layanan penerbangan tetap terjaga sejalan dengan implementasi kebijakan Pemerintah melalui KM 83 Tahun 2026 terkait penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) pada tarif penumpang kelas ekonomi domestik, serta rencana pemberian stimulus berupa PPN 11% yang ditanggung Pemerintah (DTP).
Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan aksesibilitas layanan transportasi udara bagi masyarakat, sekaligus mendukung stabilitas ekosistem industri penerbangan nasional.
Sebagai tindak lanjut atas kebijakan tersebut, Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator. Evaluasi akan dilakukan secara berkala seiring dengan perkembangan harga avtur yang terus bergerak dinamis.

Direktur Utama Glenny Kairupan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga usus layanan di tengah tekanan industri yang masih berlangsung.
“Penyesuaian ini kami lakukan secara hati-hati dan terukur, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai pengguna jasa. Dukungan kebijakan Pemerintah melalui penyesuaian biaya tambahan bahan bakar dan stimulus PPN DTP menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan keterjangkauan tarif penerbangan,” ujar Glenny.
Di tengah tekanan industri yang masih berlanjut, Perusahaan juga mempersiapkan langkah-langkah mitigasi melalui pengkajian optimalisasi frekuensi dan jadwal penerbangan di sejumlah rute, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas kapasitas dan keberlangsungan operasional.
Lebih lanjut Glenny menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi adaptif terhadap dinamika global yang mempengaruhi industri penerbangan.
“Kami akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan fluktuasi harga bahan bakar, serta memastikan setiap langkah penyesuaian dilakukan secara adaptif agar tetap mampu menjaga kualitas layanan sekaligus mendukung konektivitas nasional,” tambahnya.
Ke depan, Garuda Indonesia akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan dinamika industri penerbangan global, serta memastikan setiap langkah penyesuaian dilakukan secara adaptif guna menjaga keseimbangan antara keinginan bisnis dan aksesibilitas layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu menghadirkan layanan penerbangan yang aman, terpercaya, dan selalu hadir memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, sebagai bagian dari mandat strategi dalam mendukung konektivitas nasional demi kepentingan bangsa.
