Plaju, rakyatpembaruan.com —
Menutup penghujung tahun 2025, Kilang Pertamina Plaju melaksanakan kegiatan pemeriksaan fisik persediaan pada (31/12) secara menyeluruh pada malam pergantian tahun. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan keakuratan data persediaan, keamanan operasional, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, General Manager PT KPI RU III Plaju beserta manajemen dan pekerja melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah area operasional. Kehadiran manajemen di lapangan menjadi bentuk pengawasan langsung untuk memastikan proses pemeriksaan fisik inventaris berjalan sesuai prosedur, sekaligus mengedepankan aspek keselamatan dan kehalusan operasi.
Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap 163 tangki, yang terdiri dari 110 tangki di Area Kilang Plaju dan 53 tangki di Area Sungai Gerong. Proses ini dilakukan secara cermat dengan melibatkan fungsi terkait, guna memastikan keseimbangan antara persediaan data dan kondisi aktual di lapangan.

General Manager PT KPI RU III, Khabibullah Khanafie, menyampaikan bahwa berbagai pencapaian sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pekerja. “Menutup tahun ini, kami memastikan seluruh proses berjalan dengan baik melalui pemeriksaan fisik inventaris sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan tata kelola. Langkah ini menjadi pijakan untuk menjaga kerahasiaan operasional sekaligus menyiapkan kinerja yang lebih baik di tahun berikutnya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di penghujung tahun, penandatanganan karung Polytam sebagai simbol penanda produksi terakhir Polytam tahun 2025 sekaligus produksi pertama Polytam tahun 2026 juga dilakukan oleh General Manager RU III.
Sementara itu, Manager Keuangan PT KPI RU III, Muchamad Haris Novantoro, menegaskan bahwa kegiatan pengecekan persediaan memiliki peran strategis dalam pengelolaan perusahaan. “Pengecekan ini menjadi langkah penting untuk memastikan keakuratan data persediaan, sebagai dasar pengendalian internal, serta mendukung proses pelaporan dan pengambilan keputusan manajemen secara tepat,” jelasnya.
Sejalan dengan kegiatan tersebut, fungsi produksi juga melaporkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Kilang Pertamina Plaju melalui unit Polypropylene mencatatkan produksi 50 ribu ton produk Polytam, sebagai wujud kontribusi berkelanjutan dalam mendukung industri petrokimia nasional sekaligus memperkuat substitusi impor.
Manager Produksi PT KPI RU III Plaju, Aryo Wahyu Wicaksono, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pengelolaan operasi dan kolaborasi lintas fungsi. “Capaian produksi Polytam sepanjang tahun 2025 menunjukkan komitmen kami dalam menjaga kerahasiaan unit, kualitas produk, serta kesinambungan operasional kilang,” jelasnya.
*Polytam Polypropylene Berkualitas, Penuhi Standar Food Grade dan Halal*
Produk Polytam diproduksi di unit Polypropylene Kilang Pertamina Plaju yang telah beroperasi sejak tahun 1972. Polypropylene ini dikenal memiliki kualitas tinggi, lebih tahan terhadap panas dan oksidasi, serta memiliki tingkat kejernihan warna yang baik, sehingga banyak digunakan sebagai bahan baku kemasan, termasuk untuk industri makanan dan minuman.
Dalam prosesnya, unit Polypropylene terdiri dari tahapan purifikasi, polimerisasi, dan pelletizing, dengan pasokan bahan baku berupa raw propane propylene dari FCCU Kilang Sungai Gerong.
Produk Polytam Dihasilkan melalui reaksi polimerisasi di dalam sistem reaktor hingga menjadi bubuk homopolimer, sebelum dikemas dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Kualitas Polytam yang dihasilkan Kilang Pertamina Plaju juga telah memenuhi berbagai standar dan sertifikasi, di antaranya sistem manajemen mutu, lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengujian laboratorium terakreditasi.
Selain itu, Polytam telah tersertifikasi halal dan food grade, sehingga aman digunakan untuk kebutuhan kemasan pangan dan konsumsi produk. Pelaksanaan pemeriksaan fisik persediaan pada malam penghujung tahun ini menjadi refleksi kesiapan Kilang Pertamina Plaju dalam menyengsong tahun 2026 dengan pondasi yang semakin kokoh. Melalui kerja bersama seluruh insan kilang, kegiatan ini tidak hanya menjamin kedamaian dan ketenangan operasional, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional yang aman, patuh, dan berkelanjutan.
Kilang Pertamina Plaju selalu berkomitmen menjalankan setiap aktivitas operasional sesuai standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment), sebagai bagian dari upaya melindungi pekerja, aset perusahaan, masyarakat, serta lingkungan sekitar. Komitmen ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden, di mana Kilang Pertamina Plaju terus berperan aktif dalam menjaga kerahasiaan operasional kilang dan mendukung kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.(Adi/Rp)