Plaju, rakyatpembaruan.com —
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju terus menjaga operasionalnya melalui penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) secara disiplin dan konsisten. Komitmen ini bertujuan memastikan operasional kilang berjalan aman, andal, dan berkelanjutan.
Peran Kilang Plaju sebagai salah satu strategi kilang turut memperkuat pentingnya konsistensi tersebut. Keberadaan kilang ini menopang kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) hingga tingkat nasional, sehingga setiap aspek operasional dijalankan dengan pendekatan berbasis dan pengendalian risiko yang terukur.
Implementasi HSSE di Kilang Plaju diwujudkan melalui penguatan budaya keselamatan kerja, salah satunya dengan penerapan Stop Work Authority (SWA). Mekanisme ini memberikan kewenangan kepada setiap pekerja untuk menghentikan aktivitas apabila ditemukan kondisi tidak aman, sebagai langkah preventif dalam menghindari potensi kejadian, gangguan operasional, maupun dampak lingkungan.

Penerapan SWA dijalankan secara sistematis melalui tahapan penghentian pekerjaan, melaporkan kondisi, melakukan perbaikan, mendokumentasikan, hingga memastikan pekerjaan hanya dilanjutkan setelah dinyatakan aman. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif seluruh pekerja dalam menjaga standar keselamatan sekaligus memperkuat ketertiban operasional secara menyeluruh.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa keberhasilan operasional yang andal tidak terlepas dari konsistensi dalam menjalankan prinsip HSSE di setiap lini kerja.
“Setiap pekerja mempunyai peran penting dalam menjaga keselamatan. Melalui penerapan Stop Work Authority, kami memastikan bahwa keputusan pengambilan di lapangan selalu mengutamakan aspek keselamatan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Komitmen ini terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi pekerja, pengawasan operasional, serta evaluasi keberlanjutan terhadap potensi risiko. Dengan langkah tersebut, Kilang Plaju tidak hanya menjaga stabilitas pasokan energi, tetapi juga memastikan setiap proses operasional berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
