Jakarta – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela bulan lalu terus bertambah. Menurut angka resmi terbaru yang dirilis pada hari Senin (20/7) waktu setempat, jumlah korban jiwa telah meningkat menjadi 5.278 orang.
Gempa kembar pada 24 Juni lalu, yang tercatat berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo tersebut, berdampak besar di wilayah utara negara itu, khususnya negara bagian pesisir LaGuaira, dekat ibu kota Venezuela, Caracas. Gempa kedua itu terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik.
Dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (21/7/2026), Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengatakan di Telegram, bahwa jumlah korban tewas akibat gempa mencapai setidaknya 5.278 orang. Sementara jumlah korban luka yang dilaporkan tetap 16.740 orang.
Menurut angka resmi, lebih dari 850 bangunan rusak dan 190 total runtuh akibat gempa tersebut.
Otoritas Venezuela belum memberikan perkiraan jumlah orang yang masih hilang.
Misalnya PBB memperkirakan sekitar 50.000 orang hilang setelah gempa tersebut, di mana ratusan bangunan runtuh dan mempengaruhi orang-orang di bawah pemeliharaan.
Pemerintah Venezuela melaporkan bahwa lebih dari 23.500 orang yang mengungsi akibat bencana tersebut, saat ini masih tinggal di kamp-kamp darurat, mulai dari stadion hingga alun-alun umum. Di sana, para sukarelawan menyediakan layanan medis dan mendistribusikan kebutuhan pokok.
Untuk mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan, sebanyak 2.278 personel penyelamat dari luar negeri dikerahkan bersama 30.989 personel dari berbagai instansi pemerintah serta 31.745 relawan.
(ita/ita)
