Teheran – Otoritas Iran menanggapi ancaman terbaru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang menyatakan akan membombardir jembatan atau pembangkit listrik Teheran untuk setiap kapal komersial yang diserang di Selat Hormuz.
Teheran menegaskan bahwa serangan AS terhadap infrastruktur di Iran akan memicu respons yang “dahsyat dan tegas”.
Iran juga diperingatkan bahwa negara-negara yang mendukung pengeboman AS terhadap infrastruktur di wilayah mereka, akan dianggap sebagai target serangan yang sah.
Peringatan Iran itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (23/7/2026), disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi dalam unggahan melalui media sosial X pada Rabu (22/7) waktu setempat.
Araghchi menyatakan bahwa doktrin pertahanan Iran didasarkan pada prinsip “mata ganti mata”.
“Doktrin pelestarian kami sangat jelas: mata ganti mata,” tegas Araghchi dalam pernyataannya yang ditujukan untuk AS.
“Setiap agresi terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memicu respons yang dahsyat dan tegas,” ucap Menlu Iran tersebut.
Araghchi juga memperingatkan negara-negara yang membantu AS melancarkan serangan terhadap Iran. “Pihak-pihak yang berkontribusi terhadap agresi semacam itu, apa pun bentuk dukungannya, juga akan dianggap sebagai target yang sah,” ujarnya.
Dalam pernyataan terpisah pada Rabu (22/7) tengah malam, markas komando militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, mengancam akan menargetkan fasilitas-fasilitas energi di seluruh kawasan Timur Tengah jika AS menyerang infrastruktur Iran.
Ditegaskan oleh Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya jika Washington merealisasikan ancamannya, maka Angkatan Bersenjata Iran “tidak akan membiarkan ekspor minyak meskipun hanya satu tetes”.
Fasilitas minyak, gas, listrik, dan ekonomi di seluruh kawasan, tegas Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, akan menjadi sasaran serangan.
Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya dalam pernyataannya juga menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup, dan tidak ada kapal yang boleh melintasi jalur perairan strategis tersebut, kecuali melalui rute yang telah ditetapkan sesuai prosedur yang diumumkan sebelumnya.
Lebih lanjut, Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya memperingatkan bahwa ancaman dan tindakan AS yang terus berlanjut hanya akan memperluas cakupan konflik “ke seluruh kawasan dan bahkan melampauinya”.
Trump Ancam Bom Jembatan-Pembangkit Listrik Iran!
Trump, dalam pernyataan terbarunya melalui Truth Social, mengancam akan membombardir infrastruktur di wilayah Iran, jika negara itu terus menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
“Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun perangkat atau senjata lainnya, Amerika Serikat akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam Ibu Kota Teheran,” kata Trump dalam ancamannya.
Aksi Iran dan AS saling melontarkan ancaman ini yang mencerminkan semakin meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz, menyusul kejadian yang terus berlanjut mengenai pengaturan navigasi dan keamanan di jalur perairan yang penting untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.
(nvc/idh)
