Palembang, rakyatpembaruan.com –
Pukak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Dan Perkotaan (PBB-P2) Terus Menjadi Perhatian Pemerintah Kota Palembang, Mengingat Kontribusinya Yang Besar Terhadap Pendapatan Asli Daerah (Pad).
Data Tahun 2024 Mencatat, PBB-P2 Menyumbang 23,11 Persen Dari Total Pad Yang Berersumber Dari Pajak Daerah.
Menyadari Potensi Strategis INI, PEMKOT PALEMBANG MELLALUI ASISTEN III SETDA KOTA PALEMBANG, AKHMAD BASTARI, MENGADIRI KEGIatan ASISTENSI PENGANAN TARIF PBB-P2, Rasio penilaian, dan tarif UNTUK LAHAN PRODUKSI PANGAN PANGAN PANGAN, DERINAKEN GERUMAN GERUMAN GERUMAN GERUMAN, DERINAKSMENT, DAN TARUK LAHAN PIGAN PIGAN PANGAN, DERINAKSMEN Negara, Palembang, Selasa (23/9/2025)

“Optimalisasi PBB-P2 Bukan Hanya Soal Menambah Pendapatan Daerah, Tapi Jagi Memastikan Sistem Perpajakan Berjalan Adil, Transparan, Dan Tepat Sasaran. Anggota Tidak Petani Dan Peternak, ”Kata Bastari.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 4 Tahun 2023, Lanjut Dia, Tarif PBB-P2 UNTUK OBJEK BERUPA LAHAN PRODUKSI PANGAN DAN TERNAK DITETAPKAN SEBEESAR 0.065 PERENSEN.
“Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal daerah Dan perlindungan terbadapat masyarakat keril yang bergantung pada sektor pertanian Dan Peternakan,” Ujarnya.
Bastari Menegaska, Kegiatan Asistensi Ini Bukan Hanya Teknis, Tetapi Ruang Berbagi Pengalaman, Menyelaraskan Kebijakan Pusat Dan Daerah, Serta Menyusun Langah Konkret Menuju Penerimaan.
“Melalui Kegiatan INI, Pemkot Palembang BerharaP teripta Sistem Perpajakan Yang Lebih Adil, Berkeadilan Sosial, Dan Mampu Memperuat Ketahana Fiskal Tanpa Petanbankan,” KeseJahuaan, ”KeseJahuan,” KeseJahuan, ”KeseJahuan,” JellaKaNaan, ”JELINAKIAN, KESIRANKAN, KEESJAHTERAAN, KESIRANKAN, KESIRANKAN, KESIRANKAN, KESIRANKAN, KESIRANKAN, KHHELANAAN, KESIRANKAN, KESIRANKAN, KESIRANAAN, KHHELAAN, KHHELAAN, KESIRANKAN, KSHIJAHTERAAN.
Sementara Itu, Ketua Tim Evaluasi Perda/Raperda Pdrd Djpk Kementerian Keuana, Misra Herlambang, Menyebutkan Kebijakan PBB-P2 Dirancang Unkorong Pemerintah Daerah Melakan Pemutakan Pasar, Namun Tetap Memperhatikan Kemampuan Wajib Pajiak.
“Optimalisasi PBB-P2 Memerlukan Pendekatan Kolaboratif. Sinergi Antar Pemangku Kepentingan Menjadi Kunci. (Fer/rp)