Selama ini, Komoditas Ekspor Sumsel Lebih Banyak Didominasi Batu Bara, Karet, Pupuk, Dan Kelapa. Namun, Kali ini Sejarah Baru Tercipta. Produk Khas Kuliner Sumsel Berupa Kerupuk, Bersama Gula Aren, Resmi Menembus Pasar Internasional. Momentum ini sekaligus menjadi tonggak memping dalam memperkenalkan kekayaan kuliner sumsel ke dunia serta membuka peluang lebih luas Bagi pelaku umkm unkt naik kelas.
“Kerupuk Dan Gula Aren Yang Berhasil Diekspor ini menya bukti nyata bahwa produk lokal sumsel punya kualitas tinggi dan daya saing internasional. Ini adalah kebanganan sekaligus motivasi uJ BAGI UMKM KITA,” UGGKAP. BAGKM.
PAWIRIMAN PERDANA INI, Ekspor Kerupuk Mencanyir 1 Kontainer Seberat 17 ton 160 kg Delangan Nilai Rp562,9 Juta, sedangsan gula dan sebanyak 1 ton senilai Rp27 Juta. Selain menjadi prestasi membanggakan, langkah ini buta berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor sumsel dan devisa negara.
Wagub Cik Ujang Menegaska Dukungannya Terhadap Pengembangan Ekspor Produk Lokal. “Saya Sangat Mendukung Upaya Perausaan Dan Pelaku Usaha Dalam Mengembangkangkan Potensi Ekspor. Hal ini Bukan Hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juperkan lapangan lapangan kerja serta,” tetapi tetapi, lapangan lapangan lapangan, lapangan lapangan,
DENGAN LANGKAH AWAL INI, SUMSEL TIDAK HERYA DIKENAL SEBAGAI DAERAH Penghasil Komoditas Tambang Dan Perkebunan, Tetapi MULAI MULAI Menorehkan Prestasi Melalui Produk Khas Khas Yang Berpotensi Menjadi Ikon Ekon Ekspor Baru Khas Yang Berpotensi Menjadi Ikon Ikon Ekspor Baru.
Acara Pelepasan Ekspor Ini Jagi Dihadiri Kepala Kantor Bi Sumsel Bambang Pramono, Direktur Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Ri Muhammad Farid, Kadis Koperasi Dan Umkm Sumsel Amiruddin, Kadis Ptspa Kopera Koperasi, Sumsel Henny Yulianti, Serta Sejumlah Pejabat Terkait Lainnya. (Adi/RP)