“Arus balik diperkirakan tanggal 4 (Januari).Tetapi malam ini kita memantau penghitungan lalu lintas-nya seperti apa, bangkitan arusnya seperti apa, tetapi saya yakin ini bisa mengendalikan karena persentase kendaraan yang sisa ke luar, ke Jakarta dan sisa yang masuk ke Jakarta tidak terlalu tinggi,” ujar Irjen Agus dalam apel KRYD di Command Center Km 29, Jumat (2/1/2026).
Dia menerangkan, apabila menyalakan arus lalu lintas naik signifikan akan dilakukan satu arah. Namun menurutnya, contraflow lebih masuk akal bila memutar arus tidak terlalu tinggi.
“Artinya tidak terlalu mungkin terjadi di satu arah, saya rasa tidak. Jadi paling mungkin contraflow jika di tanggal 4 nanti bangkitan arusnya cukup tinggi tetapi tidak terlalu signifikan,” jelas dia.
Selanjutnya dia menyampaikan, saat perayaan Natal dan Tahun Baru situasi terkendali. Dia mencatat sudah 2,4 juta kendaraan meninggalkan Jakarta melalui tol dalam momen tersebut.
“Rekan-rekan sekalian, saya sampaikan bahwa kendaraan yang keluar Jakarta dari proyeksi 2,9 juta sudah keluar Jakarta 2.480.165, jadi sudah 85,5%. Jadi masih ada beberapa ribu lagi yang kemungkinan akan keluar Jakarta,” katanya.
Baca juga:
Kakorlantas: Korban Meninggal Kecelakaan Turun 25% Saat Operasi Lilin 2025
Kini, berdasarkan perhitungan sudah sebanyak 2,3 juta kendaraan masuk atau kembali ke Jakarta menjelang puncak balik. Dia menyebut arus balik saat ini masih terkendali.
“Termasuk juga yang masuk ke Jakarta, dari proyeksi 2,8 juta sudah masuk Jakarta 2.303.572. Ini-rekan yang perlu kita antisipasi baik yang keluar baik yang masuk, sisanya tinggal kurang lebih hampir 300.000 saja. Artinya ini masih bisa kita kendalikan. Kalau kita lihat dari tahun lalu kenaikan hanya antara 12 sampai 15%. Artinya kondisi lalu lintas bisa kita kendalikan baik yang mudik dan yang balik,” ungkapnya.
Baru
(dek/dek)