
Plaju, rakyatpembaruan.com-
Suasana antusias tampak memenuhi kawasan Sentra Perikanan Terintegrasi Sungai Gerong, Jumat (28/11). Sebanyak 30 siswa SD Tamansiswa Sungai Gerong belajar dan mengeksplorasi dunia perikanan dalam tajuk Belida Field Trip, program edukasi lingkungan yang diadakan melalui inisiatif TJSL Belida Musi Lestari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju. Kegiatan ini dirancang sebagai wahana pembelajaran langsung bagi pelajar untuk menjelajahi ekosistem perairan, melakukan budidaya ikan lokal, serta teknologi pengolahan hasil perikanan yang ramah lingkungan.
Pada kunjungan ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai unsur perikanan berkelanjutan, termasuk budidaya ikan Belida Jawa/Putak (Notopterus notopterus), pakan tanaman indigofera berkandungan protein tinggi, hingga mesin pengasap ikan ramah lingkungan. Seluruh aktivitasnya dipandu oleh para pembudidaya dan penggerak perikanan setempat yang telah lama berkontribusi pada pelestarian ikan lokal.

Para siswa diajak melihat langsung proses pemeliharaan ikan belida, memahami manfaat pakan hijau seperti indigofera, sekaligus menyaksikan mengesankan teknologi pengasapan ikan yang meminimalkan emisi. Pembelajaran lapangan ini tidak hanya memberikan gambaran praktik perikanan, tetapi juga merancang pengetahuan ekologi tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya udara.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Galih Arjuna Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian penting dari upaya Pertamina menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan.
“Pendidikan sejak dini menjadi fondasi penting untuk menjaga ekosistem. Melalui pengalaman langsung ini, anak-anak melihat bagaimana praktik perikanan yang baik dijalankan dan memahami peran mereka dalam menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.
Salah satu peserta, Putri Kayla, mengaku senang bisa belajar langsung dari lingkungan budidaya.
“Saya baru pertama kali melihat ikan belida dari dekat dan tahu cara merawatnya. Mesin pengasapnya juga menarik sekali,” katanya.
Hingga kini, inisiatif Sentra Perikanan Terintegrasi telah memberdayakan 8 kelompok masyarakat, serta melahirkan tiga penelitian terapan tentang budidaya dan pengolahan hasil ikan berbasis zero waste. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian pangan lokal, memperkuat konservasi ikan belida, ikon perairan Sumatera Selatan, serta menyebarkan kegiatan perikanan yang bertanggung jawab.
Edukasi ini merupakan upaya konkret Kilang Pertamina Plaju dalam melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya ikan Belida yang ada di Sungai Musi agar dapat dibudidayakan secara berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kilang Pertamina Plaju dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 14 (Kehidupan di Bawah Air) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Selain itu, kegiatan ini memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan memberdayakan masyarakat secara inklusif.
Upaya ini juga menjadi contoh nyata bahwa Pemurnian Ketahanan tidak hanya diwujudkan melalui operasional kilang, tetapi juga melalui kontribusi pada pembangunan sosial-lingkungan. Dengan semangat kolaboratif bersama masyarakat, Pertamina berkomitmen menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat bagi generasi saat ini dan mendatang.(Adi/Rp)