BanyUasin, rakyatpembaruan.com –
UPAYA MENJAMIN KEAMANAN PANGAN TERUS DIGENCOKAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERYA SELITAN (SUMSEL). Gubernur Sumsel H. Herman Deru Secara Langsung Menyerahkan Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), SERTIFIKAT Good Farming Practices (GFP), Serta Sertifikat BEBAS.
ACARA BERLANGSUNG DI CV. Pertanian Agro Jovin Dengan Dihadiri Pejabat Daerah, Perwakilan Asosiasi Peternak, Dan Puluhan Pelaku Usuaha Peternakan. Kegiatan ini menjadi Bukti komitmen Pemprov Sumsel dalam Melindungi masyarakat Dari produk pangan Yang Tidak memenuhi standar kesehatan.
Dalam Sambutanya, Gubernur Herman Deru Menankan Bahwa Sertifikasi Bukan Sekadar Formalitas, Tetapi Bagian Dari Pengawasan Kualitas Pangan. IA Menyebut, NKV Merupakan Alat Kontrol Penting Unktukan Daging, Unggas, Dan Telur Benar-Benar Aman Dikonsumsi.

“NKV SANGAT PENTING AGAR Pembeli Yakin Produk Peternak Kita Bermutu. Pemerintah juper siap Membantu Administrasi, Bahkan Bila Perlu Jemput Bola,” Ujar Herman Deru.
Lebih jauh, ia Menyoroti Pentingnya Produksi Telur Sebagai Pangan Tambahan Untuc Mencegah Stunting. Menurutnya, ketersediaan telur yang melimpah di banyUasin Seharusnya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sumsel.
“Delangan Produksi Sebanyak Ini, Mestinya Tak Ada Lagi Kasus Stunting. Tapi Semua Butuh Kerja Sama. Asosiasi Peternak Harus Panya Target Jela,” Tambahnya.
Selain JAMINAN MUTU, Herman Deru Mengingatkan Peternak untuk Terus Terus Melbersihan Kandang Dan Menencegah Masuknya Penyatit. Edukasi Dan Pendampingan Akan Terus Dilakukan Pemprov Sumsel Agar Kualitas Produksi Tetap Konsisten.
IA JUGA MENDORONG PETERNAK AGAR PERCAYA DIRI MEMASOKAN PRODUKNYA, BAIK DI DALAM MAUPUN LUAR DAERAH. “Saya Ucapkan Selamat Kepada Penerima Sertifikat. Delangan Ini, Kalian Lebih Percaya Diri Menjual Telur Ke Pasar Lebih Luas,” Tegasnya.
Wakil Bupati BanyUasin, Neta India, Program Mengapresiasi INI. IA Menyebut Produksi Telur Di BanyUasin Mencapai 400 ton per Bulan dan 80 Persen Suda Bermutu Baik.
“Banyuasin Jadi Penyanggga Pangan Di Sumsel. Produk Kami Bahkan Suda Dikirim Ke Jawa Barat. Delanger Sertifikat NKV, Kualitasya lebih Terjamin,” Ungkapnya.
Kepala Dinas Kepatanan Pangan Dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, Menambahkan BanyUasin Adalah Sentra Ayam Petelur Terbesar Di Sumsel. Sumsel Sendiri Menempati Posisi Kedelapan Produsen Telur Nasional Surplus Surplus 250 ton per Bulan.
“Dari 70 Peternak, 17 Suda mem, Nkv. Targetnya, Dalam Satu Bulan Semua Akan Tersertifikasi,” Jelas Ruzuan.
IA Menegaska SERTIFIKASI INI BIukan Hanya MEMENUHI NASIONAL, TAPI BUGA MEMBUKA JALAN PRODUK BANYUASIN MERIBUS PASAR GLOBAL. “Deklarasi ini momentum BAGI PETERNAK KITA UNTUK MASUK KE PASAR DUNIA,” Pungkasnya. (Adi/RP)