Vance, seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (31/10/2025), juga menyebut bahwa uji coba senjata nuklir akan memastikan apakah senjata itu benar-benar “berfungsi dengan baik”. Namun Vance tidak menjelaskan lebih detail soal jenis uji coba seperti apa yang diperintahkan Trump.
“Merupakan bagian penting dari keamanan nasional Amerika untuk memastikan bahwa senjata nuklir yang kita miliki benar-benar berfungsi dengan baik, dan itu merupakan bagian dari pengujian rezim,” kata Vance ketika ditanya wartawan soal Trump memerintahkan uji coba nuklir.
“Yang jelas, kami mengetahui persenjataan itu memang berfungsi dengan baik, tetapi kami harus terus menjaganya dari waktu ke waktu, dan presiden hanya ingin memastikan bahwa kami melakukannya,” ujarnya saat berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih pada Kamis (30/10) waktu setempat.
Dia menambahkan bahwa pernyataan Trump “sudah cukup jelas”.
Trump, pada Kamis (30/10) saat berada di Korea Selatan (Korsel), secara mengejutkan mengumumkan bahwa dirinya telah memerintahkan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon untuk segera memulai kembali uji coba senjata nuklir –pertama sesaat setelah moratorium selama 33 tahun.
Pengumuman itu disampaikan Trump setelah Rusia melakukan uji coba rudal Burevestnik yang berkemampuan nuklir dan drone Poseidon yang juga bertenaga nuklir dalam beberapa hari terakhir. Trump menyinggung bahkan soal nuklir Rusia dan China dalam pernyataannya.
“Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstal Departemen Perang (nama baru Departemen Pertahanan-red) untuk memulai uji coba senjata nuklir kita secara setara,” ujar Trump dalam pernyataannya melalui media sosial Truth Social.
“Proses itu akan segera dimulai,” cetusnya.
Pengumuman itu menuai reaksi keras, dengan kelompok penyebar bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, yang memenangkan Nobel Perdamaian tahun 2024, menyebut perintah Trump itu “sama sekali tidak dapat diterima”. Mereka juga menyampaikan protes keras kepada Kedutaan Besar AS di Tokyo.
Tiongkok, dalam tanggapannya, mengingatkan AS untuk “secara sungguh-sungguh mematuhi” larangan uji coba nuklir global.
Sementara Rusia lebih berhati-hati dalam memberikan komentar, dengan Kremlin mengatakan tidak melakukan uji coba semacam itu, namun akan mengikuti jika Washington melakukannya.
Iran menetapkan langkah semacam itu sebagai langkah yang “regresif dan tidak bertanggung jawab”.
(nvc/ita)