Sebelumnya pada hari Sabtu (18/10) lalu, kantor PBB mengatakan pasukan keamanan Houthi telah “masuk tanpa izin” ke kompleksnya.
“Lima staf nasional dan lima belas staf internasional masih tersimpan di dalam kompleks tersebut,” kata Jean Alam, juru bicara koordinator PBB di negara itu, dilansir kantor AFP, Senin (20/10/2025).
PBB telah menghubungi otoritas di Sanaa, anggota negara-negara terkait, dan pemerintah Yaman “untuk menyelesaikan situasi serius ini secepat mungkin, mengakhiri semua personel yang tersingkir, dan memulihkan kendali penuh atas fasilitasnya di Sanaa”, imbuh juru bicara tersebut.
Pada Minggu malam, seorang pejabat PBB, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengatakan kepada AFP bahwa perwakilan UNICEF di Yaman, Peter Hawkins, termasuk di antara mereka yang ditahan.
Dua sumber keamanan Houthi mengkonfirmasi bahwa Hawkins termasuk di antara mereka yang ditahan.

Para pemberontak sebelumnya juga telah menduduki kantor PBB di Sanaa pada tanggal 31 Agustus, menampung lebih dari 11 karyawan, menurut PBB.
Para karyawan tersebut diduga menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat dan Israel, ujar seorang pejabat senior Houthi kepada AFP saat itu dengan syarat identitasnya dirahasiakan.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan: “Kami akan terus akhirnya berakhir dengan sewenang-wenang terhadap 53 rekan kami.”
Ia pun menyampaikan pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis lalu oleh pemimpin Houthi, Abdelmalek al-Huthi.
Ia mengklaim pasukannya telah mengungkap “salah satu sel mata-mata paling berbahaya”, yang menyatakan “terkait dengan organisasi kemanusiaan seperti Program Pangan Dunia dan UNICEF”.
Dujarric menyebut tuduhan tersebut “berbahaya dan tidak dapat diterima”.
Penyerbuan Houthi ke kantor PBB pada hari Sabtu tersebut terjadi bersamaan dengan penangkapan puluhan personel PBB yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di wilayah yang dikuasai oleh kelompok yang didukung Iran tersebut.
Sejak 31 Agustus 2025, 21 personel PBB telah ditangkap, selain 23 anggota dan mantan anggota LSM internasional yang ditahan, menurut PBB.
(ita/ita)