Dilaporkan AFP, Jumat (31/10/2025), pendanaan untuk Badan Aksi Ranjau Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNMAS) akan membantu “meningkatkan” para ahli untuk membersihkan ranjau darat, bom curah, dan amunisi yang dikirimkan selama perang.
Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan mencabut bom yang belum meledak agar memudahkan lebih banyak bantuan masuk ke Gaza merupakan “komponen vital” dari perjanjian gencatan senjata yang baru-baru ini ditengahi AS.
“Situasi di Gaza sangat memprihatinkan tanpa dukungan bantuan kemanusiaan yang mereka butuhkan,” kata Menteri Luar Negeri Yvette Cooper, yang akan mengunjungi Timur Tengah minggu ini.
“Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk membanjiri Gaza dengan bantuan,” imbuhnya.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Handicap International memperingatkan awal bulan ini bahwa sekitar 70.000 ton bahan peledak telah tiba di Gaza selama perang.
Berdasarkan perkiraan amunisi yang belum meledak dari Kementerian Luar Negeri Inggris, berarti sekitar 10 persennya gagal meledak.
Pada hari Kamis, Cooper mengunjungi HALO, organisasi kemanusiaan penjelajahan darat terbesar di dunia, di lokasinya di Inggris barat daya. Dia juga bertemu dengan perwakilan dari Kelompok Penasihat Ranjau (MAG) dan UNMAS.
LSM Inggris HALO dan MAG melaksanakan 69 persen dari seluruh pembersihan kendaraan sipil di dunia, dengan bantuan UNMAS, menurut menterinya.
Dalam kunjungan tersebut, Menlu Cooper berbicara dengan “operator Inggris yang ditempatkan di kawasan tersebut dan siap untuk membuat Gaza lebih aman.”
Pendanaan baru Inggris untuk UNMAS berasal dari luar negeri sebesar £116 juta yang diumumkan untuk Wilayah Palestina pada tahun anggaran ini.
(lir/lir)