Dokter Spesialis Urologi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof dr Ponco Birowo SpU(K), PhD mengatakan suhu yang meningkat pada testis dapat merusak sperma. Hal ini bisa terjadi karena cara naik motor yang kurang tepat.
“Kalau dia naik motor, testisnya ada (nempel) di tangki, tangki kan panas. Jadi dia (testis) kepanasan,” kata dr Ponco saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Sabtu (28/6/2025).
“Agar sperma sehat, testis harus lebih dingin dua sampai empat derajat (celsius). Nggak boleh kepanasan testis itu,” sambungnya.
dr Ponco menambahkan, jika testis berada dalam suhu yang terlalu panas, dia akan berhenti memproduksi sperma karena ada protein yang tidak bekerja. Suhu normal agar testis dapat memproduksi sperma yang baik ada di kisaran 32-34 derajat celcius.

Dikutip dari Mayo Clinic, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga sperma agar tetap dalam keadaan sehat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (BMI) dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma.
Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan kemandulan pada pria. Untuk menurunkan risiko tertular IMS, jangan memiliki banyak pasangan seksual dan selalu gunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seks. Lalu, bisa juga dengan menjalin hubungan hanya dengan satu orang yang tidak mengidap IMS.
Stres dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk berhubungan seks. Stres juga dapat mempengaruhi hormon yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan sperma yang sehat.
(dpy/atas)