Plaju, rakyatpembaruan.com-
Kilang Pertamina Plaju berkomitmen sebagai perusahaan pengolahan migas yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah. Tidak hanya berdiri sebagai entitas bisnis, namun sekaligus dengan aktivitas operasionalnya, Kilang Plaju terus hadir melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan melalui Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL).
Dalam perencanaan dan implementasinya, Kilang Plaju membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, agar dampak dan manfaat yang sampai ke masyarakat sebagai penerima manfaat dapat memiliki nilai tambah yang lebih besar.
Untuk itulah, Rencana Strategis (Renstra) memperbarui setiap lima tahunnya untuk menjadi kompas jangka panjang dalam program navigasi-program TJSL. Rabu (11/2/2026) di Palembang, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju mengundang partisipasi pemangku kepentingan dalam Focus Group Discussion (FGD) Renstra TJSL 2026-2030.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju, Siti Fauzia mengatakan, FGD ini merupakan ruang dialog, refleksi, dan perumusan arah program TJSL. “Untuk memastikan setiap program yang dijalankan memberikan manfaat nyata, sesuai dengan kondisi, konteks, kebutuhan, potensi, menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat,” kata dia.
TJSL sendiri adalah wujud kehadiran dan tanggung jawab perusahaan di sekitar wilayah operasional, Merupakan komitmen untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi, pendidikan, serta penguatan lingkungan dan kemandirian masyarakat.
Di Pertamina, pendekatan TJSL dipandang melalui potensi dan kebutuhan masyarakat, mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan program prioritas pemerintah pusat (Asta Cita), serta mendorong kemandirian di masyarakat yang berkelanjutan. “Oleh karena itu, program TJSL tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi multi pihak,” terang Fauzia..
Tahun 2025, Kilang Plaju telah melaksanakan 7 (tujuh) program TJSL : Belida Musi Lestari, Kampung Pangan Inovatif, Proklim, Musiparian & Eceng Gondong Research Center (ERCC), Mina Padi, serta Patra Academy & Patra Siaga yang berlokasi di wilayah Ring I perusahaan, serta Program Desa Energi Berdikari Sumatera Selatan yang berlokasi di Kab. Lahat dan Kab. Muara Enim. Selain program TJSL, terdapat inisiatif Sedekah Untuk Masyarakat (Senyum) sebagai bentuk kepedulian pekerja RU Plaju terhadap masyarakat di Ring I.
Sebagai representasi undangan pemangku kepentingan, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Dr. Arif Wibowo mengemukakan bahwa pemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar inisiatif yang dirancang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan.
“Kami sebagai peneliti pemangku kepentingan siap memberikan masukan berdasarkan kajian dan data, guna memperkaya serta memperkuat program-program yang telah berjalan. Harapannya, setiap langkah yang diambil dapat semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang terukur. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas berbagai upaya dan komitmennya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Konsistensi dan kepedulian tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan sekitar,” kata Arif.
Melalui FGD ini, Kilang Pertamina Plaju berharap dapat memperoleh masukan, perspektif, serta rekomendasi yang konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan. Forum ini menjadi ruang dialog yang sangat penting agar penyusunan rencana program strategis TJSL ke depan benar-benar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, kebijakan pemerintah daerah dan pusat, serta potensi dan tantangan yang ada di lapangan.(Adi/Rp)
