Jakarta – Banyak orang yang merasa cuman makan sedikit, tapi angka di timbangan justru terus naik. Kondisi ini sering membuat frustrasi, apalagi saat sedang berusaha menjaga berat badan.
Secara medis, fenomena ini bukan sekadar perasaan belaka, tapi bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari metabolisme hingga hormon.
Menurut dokter spesialis gizi klinik, dr Iflan Nauval, M.ScIH, SpGK, Subsp.KM, SpKKLP, AIFO-K mengatakan kondisi ini dipengaruhi oleh Basal Metabolic Rate (BMR) yakni jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar saat istirahat total.
“Kalau pribadi-pribadinya sedikit makan (gampang) gemuk, berarti ada masalah BMR-nya atau basal metabolisme rate-nya sudah melambat,” kata dr Iflan di Kawasan PIK 2, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/5/2026).

“Ototnya juga sudah mulai malas membakar (kalori, red),” sambungnya.
Untuk mengatasi masalah BMR ini, dr Iflan mengatakan pentingnya menaikkan massa otot.
“Jadi ototnya harus dibangkitkan, karena metabolisme organ terbesar selain hati adalah otot-ototnya,” katanya.
Di sisi lain, lanjut dr Iflan, ada juga orang yang sudah makan banyak, tetapi berat badannya juga segitu saja. Menurutnya, orang-orang golongan ini termasuk yang ‘beruntung’.
“Jadi memang ada namanya di genetik dia itu basal metaboliknya dia itu meningkat. Bukan meningkat, dia beruntung dengan genetik yang ‘beruntung’,” tutupnya.
