Kota Gaza – Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengaku merasa senang menyaksikan kehancuran di Jalur Gaza, yang terus dibombardir militer Israel beberapa tahun terakhir.
Dia pun mencetuskan pembangunan organisasi Yahudi permanen di wilayah Jalur Gaza bagian utara.
Dalam wawancara dengan televisi Israel, Channel 14, seperti dilansir TRT World, Selasa (14/7/2026), Katz ditanya mengenai perasaannya ketika melihat kehancuran yang kini membuat Jalur Gaza.
“Rasanya menyenangkan bukan?” ucap Katz.
Dia kemudian mengklaim kehancuran Jalur Gaza, yang merupakan daerah kantong Palestina itu, sebagai hasil dari apa yang disebutnya sebagai “kebijakan yang disengaja” untuk melenyapkan berbagai ancaman.
Katz mengatakan bahwa Israel telah meninggalkan strategi sebelumnya yang mencakup penggerebekan sementara yang agresif, sambil menambahkan: “Alih-alih masuk lalu keluar, kini tentara berada di dalam, para teroris berada di luar, dan rumah-rumah telah hancur.”
Dalam wawancara yang dilakukan saat dia meninjau wilayah Jalur Gaza bagian utara itu, Katz juga mengumumkan rencana untuk mendirikan tiga pos organisasi Israel, yang terkait dengan militer Israel di wilayah tersebut.
Laporan Channel 14 menyebutkan bahwa salah satu momen paling signifikan dalam kunjungan tersebut adalah usulan Katz untuk membangun kehadiran permanen Yahudi di Jalur Gaza bagian utara.
Katz secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk membangun tiga pos terdepan Nahal di lokasi-lokasi yang sebelumnya ada di Gaza bagian utara, sebelum menarik mundur pasukan Israel dari Gaza pada tahun 2005 silam.
Pos Nahal merupakan kelompok organisasi terkait militer, yang secara historis digunakan untuk merintis organisasi Yahudi yang baru, sebelum akhirnya beralih menjadi komunitas sipil.
Katz berdalih bahwa langkah tersebut diperlukan demi alasan “keamanan”. Dia mengatakan bahwa hal tersebut akan memperkuat kendali Israel dan “pertahanan” bagi komunitas-komunitas di sekitar kelak.
Israel dilaporkan telah mengirimkan lebih dari 73.000 warga Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 173.000 orang dalam rentetan serangan mematikan sejak Oktober 2023. Israel meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Gaza dan memaksa penduduknya mengungsi.
(nvc/ita)
