PALEMBANG, rakyatpembaruan.com –.
Semangat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 menggema di kawasan Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Minggu (28/6/2026). Ribuan petugas sensus dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan resmi dikukuhkan dalam kegiatan SEMARAK (Sensus Ekonomi Milik Rakyat) Wong Kito 2026 yang dihadiri langsung Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf.
Sebanyak 7.588 petugas sensus dikukuhkan sebagai garda terdepan yang akan bertugas menghimpun data ekonomi masyarakat secara akurat dan menyeluruh. Pengukuhan ini menjadi salah satu momentum penting menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Sumatera Selatan, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, keberadaan ribuan petugas sensus menjadi faktor penting dalam menghadirkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan berbagai program pembangunan.
“Selama ini kita belum sepenuhnya memiliki data yang akurat karena dikelola oleh banyak lembaga. Di era Presiden saat ini, seluruh data nasional dikonsolidasikan dan dikelola secara profesional oleh BPS sehingga program pemerintah dijalankan berdasarkan satu data,” ujar Saifullah Yusuf.
Ia berpesan agar seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan empati saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Jangan hanya mengejar target. Bekerjalah dengan hati, bekerjalah dengan penuh empati. Hadirkan data yang benar-benar sesuai kenyataan di lapangan agar pembangunan tepat sasaran,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum strategis untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia.
Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari penguatan sektor usaha, peningkatan investasi, hingga pemberdayaan UMKM di seluruh daerah.
“Sensus Ekonomi bukan sekedar kegiatan pendataan, tetapi merupakan upaya bersama untuk memotret kondisi riil perekonomian Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Amalia.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia menyebut data yang akurat menjadi landasan utama dalam merancang kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, termasuk untuk mendorong investasi, memperkuat sektor usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan hasil pra-pendataan (prelist) Sensus Ekonomi 2026, Kota Palembang tercatat memiliki sekitar 179.751 unit usaha yang terdiri dari 723 usaha besar, 7.206 usaha menengah, dan 171.822 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Angka ini menunjukkan besarnya potensi perekonomian Kota Palembang. UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus didorong dan dikembangkan,” ujar Ratu Dewa.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus demi menghasilkan data berkualitas.
Menurutnya, kualitas data yang dimiliki saat ini akan menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.
Kegiatan SEMARAK Wong Kito 2026 berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk sosialisasi pentingnya Sensus Ekonomi bagi pembangunan nasional dan daerah.
Usai mengikuti rangkaian acara, Menteri Sosial RI bersama Wali Kota Palembang dan jajaran pemerintah daerah melanjutkan agenda dengan meninjau sejumlah destinasi wisata di kawasan Sungai Musi sebagai bagian dari promosi potensi pariwisata Kota Palembang.(ferdi/rp)
