Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih adanya praktik perundungan (bullying) dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), khususnya di Manado, Sulawesi Utara.
Budi mengakui berbagai langkah untuk memberantas bullying di lingkungan pendidikan dokter spesialis sudah dilakukan dan mulai menunjukkan hasil. Meski demikian, menurutnya, masih ada sejumlah sentra pendidikan yang belum melakukan perbaikan secara optimal, termasuk PPDS di Universitas Sam Ratulangi.
“Ini menunjukkan bahwa masih belum sempurna. Saya mengetahui bahwa langkah-langkah itu sudah dijalankan dan jumlah perundungan sudah menurun. Namun beberapa sentra pendidikan masih belum cukup baik melakukannya,” kata Menkes kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan melakukan evaluasi khusus terhadap sentra pendidikan di RSUP Prof Dr R D. Kandou Manado dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
“Itulah sebabnya kami akan melakukan review khusus untuk sentra pendidikan di Rumah Sakit Kandou dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi agar benar-benar bisa diperbaiki,” ujarnya.
Menkes mengatakan, keputusan tersebut diambil karena dirinya masih menerima banyak laporan terkait dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan PPDS di Manado.
“Saya masih menerima laporan yang cukup banyak mengenai kejadian di Manado, Sulawesi Utara,” tegasnya.
Sebelumnya, Kemenkes juga telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara kegiatan pembelajaran PPDS Anestesi di RSUP Prof Dr RD Kandou menyusul dugaan kasus perundungan yang mencuat. Selain itu, Kemenkes juga mengirimkan tim untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kasus tersebut.
(naf/atas)
