Palembang, rakyatpembaruan.com-
Kontingen Sumatera Selatan berhasil menorehkan prestasi dengan menembus 10 besar nasional pada ajang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) X Jakarta November 2025 lalu. Total 17 medali yang diboyong pulang menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk mengharumkan nama Bumi Sriwijaya di kancah nasional.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, Pengurus Provinsi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel mengucurkan bonus sebesar Rp100 juta bagi para atlet peraih medali. Dana yang bersumber dari hibah tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet pelajar penyandang disabilitas Sumsel untuk terus meningkatkan prestasi ke tingkat yang lebih tinggi.
Ketua NPCI Sumsel, Rian Yohwari didampingi Sekretaris Sudarmono dan Bendahara Zulkarnain menegaskan bahwa pencapaian peringkat 9 nasional dengan raihan 4 emas, 8 perak, dan 5 perunggu merupakan hasil kerja keras luar biasa para atlet, pelatih, serta seluruh tim pendukung.

Salah satu atlet yang mencuri perhatian adalah M. Zaitun dari cabang para renang. Berdasarkan data rekapitulasi, Zaitun sukses menyumbangkan tiga medali, masing-masing dua emas dari nomor 200 meter gaya bebas dan 100 meter gaya punggung, serta satu perak dari nomor 100 meter gaya dada.
“Ini menjadi jembatan dan semangat baru bagi atlet kita. Zaitun, misalnya, kami diharapkan pada tahun 2026 bisa tampil di Korea jika lolos klasifikasi S6 dan masuk Pelatnas,” ujar Rian kepada wartawan usai menyampaikan bonus secara simbolis di Aula Sentra Budi Perkasa Palembang, Rabu (24/12/2025).
Turut hadir Asisten I Kesra Pemprov Sumsel H. Apriadi, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Muhammad Muaz Ar Rifqy, Kasat Binmas Polrestabes Palembang, AKBP Rediansyah ST, MH, jajaran Forkompinda, perwakilan OJK Sumsel, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan Bank Sumsel Babel, TGUPPP Bidang Olaharaga, TGUPPP Bidang Olahraga, serta para tamu undangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Peparprov Sumsel VI 2027 yang rencana akan digelar di Kota Lubuklinggau.
Lebih lanjut dikatakan Rian Yohwari, Selain dari cabang renang, medali emas Sumsel juga diturunkan Nadine Cahya Aurellia dari cabang para atletik melalui nomor lari 100 meter T44, serta Alkanio Miftahurrahman dari cabang yang sama. Prestasi ini semakin mengecewakan karena Sumsel mampu bersaing ketat dengan provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa.
Sementara itu, Asisten I Setda Pemprov Sumsel, Apriadi, menyampaikan rasa bangga dan penghargaan pemerintah daerah atas perjuangan para atlet pelajar penyandang disabilitas. Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekedar prestasi olahraga, tetapi juga memberikan inspirasi moral bagi masyarakat luas.
“Bayangkan, mereka dengan segala keterbatasan mampu menghadirkan prestasi luar biasa. Kita yang dalam kondisi normal seharusnya bisa berbuat lebih,” ungkap Apriadi.
Ia juga memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap berkomitmen memberikan dukungan program pelatihan atlet pelajar, meskipun saat ini masih melakukan konsolidasi nomenklatur terkait sektor pelatihan olahraga.
*Rekapitulasi Medali Kontingen Sumsel Peparpenas 2025*
*Medali Emas (4):*
M. Zaitun (2 emas – Para Renang),
Nadine Cahya Aurellia (1 emas – Para Atletik),
Alkanio Miftahurrahman (1 emas – Para Atletik).
*Medali Perak (8):*
M. Zaitun (Para Renang),
Repiyanto (2 perak – Para Renang),
Nadine Cahya Aurellia (Para Atletik),
Qarizki Alif Frawansyah (Para Atletik),
Jumansyah (Para Atletik),
Alkanio Miftahurrahman (Para Atletik),
Nazila Efril Amilia (Para Bulutangkis).
*Medali Perunggu (5):*
M. Dafa, Riffa Septa R, Vino Putra Awera (Para Tenis Meja),
Suci (Para Bulutangkis),
dan M. Zaitun.
(Adi/Rp)