Plaju, rakyatpembaruan.com–
Berdiri lebih dari satu abad di tepian Sungai Musi, Kilang Plaju terus menjadi salah satu pilar ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas desain pengolahan mencapai 120 MBPOD, kilang ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Sebagai salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas), keindahan operasional kilang tidak hanya didukung oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang kuat serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut menjadi fokus dalam Management Walkthrough (MWT) Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga yang dihadiri Komisaris Ardhy N. Mokobombang, Bambang Suswantono, dan Sudung Situmorang, bersama Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga Didik Bahagia serta VP HSSE Refinery, Achmad Dahlan.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk meninjau implementasi HSSE, memperkuat operasional, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan operasional Kilang Plaju sebagai aset strategis nasional.
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Ardhy N. Mokobombang, menegaskan bahwa menjaga elang kilang sebagai Objek Vital Nasional merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Kilang merupakan aset strategi yang menopang ketahanan energi nasional. Untuk itu diperlukan kolaborasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan agar operasional kilang dapat terus berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan. Sinergi inilah yang menjadi landasan dalam menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi masyarakat,” ujar Ardhy.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengingatkan pentingnya membangun kesadaran terhadap aspek HSSE sebagai budaya kerja yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan.
“Keandalan operasi selalu diawali dengan budaya HSSE yang kuat. Setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dirinya, rekan kerja, fasilitas, serta lingkungan. Oleh karena itu, kesadaran terhadap aspek HSSE harus terus dipelihara dan menjadi bagian dari setiap aktivitas operasional agar setiap potensi risiko dapat dicegah sejak dini,” ungkap Didik.
Selain meninjau implementasi HSSE di lapangan, Management Walkthrough juga menjadi forum diskusi strategi mengenai penguatan sistem pengamanan Objek Vital Nasional, peningkatan resolusi fasilitas operasi, serta optimalisasi koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika sektor energi yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Kilang Plaju terus memperkuat komitmennya dalam mengedepankan budaya HSSE, menjaga kerahasiaan operasional, serta membangun sinergi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut menjadi landasan dalam menjaga pasokan energi yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui kemandirian energi nasional, dan menyediakan energi yang andal untuk mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
