Palembang, rakyatpembaruan.com–
Bagi sebagian warga, Piala Dunia bukan sekadar pertandingan 90 menit. Ia adalah alarm tengah malam, ngobrol di warung kopi, layar televisi yang menyala di ruang keluarga, dan momen ketika satu gol bisa membuat riuh suka cita saat disaksikan bersama kerabat. Di balik euforia itu, ada satu hal yang sering luput terlihat, yakni pasokan listrik yang tetap menyala dari peluit awal hingga pertandingan berakhir.
Selama perhelatan Piala Dunia 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) memastikan sistem kelistrikan tetap andal agar masyarakat dapat menikmati setiap laga dengan nyaman, termasuk hingga laga final rampung digelar. PLN memperkuat pemantauan jaringan, menyiagakan petugas teknik, serta mempercepat respon penanganan apabila terjadi gangguan di lapangan.
Berdasarkan pemantauan PLN UID S2JB, jumlah gangguan kelistrikan selama laga piala dunia berlangsung tercatat aman terkendali dengan rata-rata waktu respon perbaikan yang cepat. Setiap laporan pelanggan yang masuk melalui kanal resmi PLN, termasuk PLN Mobile dan Contact Center 123, langsung diteruskan ke petugas siaga untuk ditangani sesuai standar operasional.
Komitmen tersebut tercermin dari tercapainya waktu respon penanganan gangguan PLN UID S2JB. Dengan target maksimal 30 menit, realisasi waktu respons pada Juni 2026 tercatat lebih cepat, yakni 22,6 menit. Capaian ini menunjukkan kesiapan petugas PLN dalam merespons laporan pelanggan secara cepat, sehingga potensi gangguan dapat segera ditangani dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan efisiensi listrik pada momentum besar seperti Piala Dunia menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kenyamanan bagi masyarakat.
“Piala Dunia adalah momen yang dapat dinikmati banyak keluarga. Oleh karena itu, PLN memastikan pasokan listrik tetap Andal agar masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dari awal hingga akhir. Kami memperkuat sistem pemantauan dan memastikan respons perbaikan berjalan cepat jika ada laporan gangguan,” ujar Diksi.
Diksi menambahkan, PLN tidak hanya menjaga pasokan listrik pada objek vital dan pusat-pusat kegiatan masyarakat, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pelanggan rumah tangga. Menurut dia, sinyal listrik merupakan bagian penting dari pelayanan publik, terutama saat masyarakat memiliki kebutuhan konsumsi listrik yang meningkat pada jam-jam tertentu.
“Bagi PLN, listrik yang Andal bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal menghadirkan rasa nyaman bagi pelanggan. Kami ingin masyarakat dapat beraktivitas, bekerja, beribadah, berusaha, dan menikmati hiburan dengan tenang,” kata Diksi.
Apresiasi juga disampaikan Yudi (3), warga Talang Kelapa, Palembang. Ia mengatakan pasokan listrik yang stabil membuat dirinya dan keluarganya bisa menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 tanpa terputus.
“Alhamdulillah, selama menonton pertandingan Piala Dunia, listrik di rumah tetap aman. Kami bisa nonton dari awal sampai akhir tanpa padam. Pada laga final, kami juga dapat menikmati nobar tanpa gangguan listrik” ujar Yudi.
Menurut Yudi, pertandingan Piala Dunia sering berlangsung pada malam hingga dini hari. Oleh karena itu, pasokan listrik Andal menjadi kebutuhan penting, terutama bagi warga yang menonton bersama keluarga maupun komunitas.
Melalui kesiagaan sepanjang Piala Dunia 2026, PLN UID S2JB menegaskan tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai penjaga energi di balik aktivitas masyarakat. Ketika layar menyala hingga peluit akhir berbunyi, PLN memastikan masyarakat tetap dapat menikmati momen dunia itu dengan nyaman dan penuh suka cita.(adi/rp)
