Palembang, rakyatpembaruan.com–
Meningkatnya pembangunan jaringan internet hingga ke berbagai wilayah membuat aktivitas pekerjaan di sekitar jaringan listrik semakin intensif. Untuk mencegah kecelakaan kerja sekaligus menjaga pasokan listrik, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang memperkuat kolaborasi dengan penyelenggara jasa internet dan telekomunikasi melalui sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan yang diikuti 150 peserta dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Sumatera Selatan, penyedia internet, mitra kerja, dan jajaran PLN (8/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PLN Icon Plus Sumbagsel itu menjadi forum bersama untuk menyamakan standar keselamatan saat bekerja di sekitar aset ketenagalistrikan. Selain membahas potensi bahaya listrik, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai prosedur kerja yang aman, ketentuan jarak bebas jaringan listrik, penggunaan alat pelindung diri, hingga pengelolaan aset ketenagalistrikan.
Manajer K3L dan Keamanan PLN UID S2JB, Arham Ginting, mengatakan semakin banyaknya pembangunan jaringan telekomunikasi menuntut koordinasi yang lebih erat antar pemangku kepentingan agar keselamatan pekerja dan kerahasiaan sistem kelistrikan tetap terjaga.
“Keselamatan tidak bisa dibangun sendiri. Banyak aktivitas penyedia internet yang bersinggungan langsung dengan jaringan listrik PLN. Oleh karena itu, komunikasi dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan sekaligus menghindari gangguan pasokan listrik kepada masyarakat,” ujar Arham.
Dalam sesi diskusi, peserta juga mendorong pembentukan forum komunikasi khusus terkait pekerjaan di area right of way (ROW). Forum tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi antara PLN dan penyelenggara jaringan telekomunikasi sehingga setiap pekerjaan di lapangan dapat dilakukan secara aman, terencana, dan sesuai prosedur.
Manajer PLN UP3 Palembang, Arif Azanny, menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang cepat dan terbuka akan memperkuat kolaborasi sekaligus meminimalkan potensi risiko di lapangan.
“Tujuan kami tidak sekedar memberikan sosialisasi, tetapi membangun budaya keselamatan bersama. Ketika setiap pekerjaan dilakukan sesuai standar, maka keselamatan pekerja terjaga dan masyarakat tetap menikmati pasokan listrik dan juga internet yang andal,” kata Arif.
General Manager PLN Unit Infuk Distribusu Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa kelistrikan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur PLN, tetapi juga oleh kepedulian seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar jaringan listrik.
“Jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi hari ini sama-sama menjadi infrastruktur vital yang menopang aktivitas masyarakat. Keduanya harus tumbuh berdampingan dengan mengutamakan keselamatan. Oleh karena itu, PLN memilih membangun kolaborasi, menyamakan pemahaman, dan memperkuat koordinasi agar setiap pekerjaan di lapangan berlangsung aman tanpa mengganggu pasokan listrik kepada pelanggan,” ujar Diksi.
Menurut Diksi, pendekatan kolaboratif merupakan bagian dari implementasi budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus diperkuat PLN. Melalui sinergi dengan APJII, APJATEL, dan para penyedia internet, PLN berharap potensi kecelakaan kerja maupun gangguan pada jaringan listrik dapat ditekan, sehingga masyarakat memperoleh layanan kelistrikan yang semakin andal sekaligus mendukung perbaikan pembangunan infrastruktur digital di Sumatera Selatan.(Adi/Rp)
