Palembang, rakyatpembaruan.com—
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mengikuti kegiatan check point nasional yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo (31/12). Check point tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional serta layanan pelanggan dalam menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam arahannya, Darmawan Prasodjo menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan Sumatera bagian utara. Ia mengapresiasi kekompakan seluruh insan PLN yang telah bekerja bahu membahu tanpa lelah sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan awal.
Secara nasional, Darmawan menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di Sumatera Barat telah pulih 100 persen, sementara Sumatera Utara mencapai 99 persen, sementara di wilayah Aceh, dari sekitar 6.600 desa, saat ini 98 persen sistem kelistrikan desa telah berhasil mengirimkan, dengan tantangan utama berupa akses infrastruktur yang terputus serta kerusakan rumah warga. PLN juga memprioritaskan pemulihan kelistrikan pada fasilitas vital seperti puskesmas dan rumah sakit umum daerah.

Selain itu, check point tahun baru ini juga membahas kesiapan PLN dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru, termasuk pergerakan penggunaan kendaraan listrik. PLN memastikan kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat dan meminimalkan antrian. PLN UID S2JB memastikan seluruh jajaran berada dalam kondisi siaga penuh selama periode Nataru. Sebanyak 3.213 petugas disiagakan dan tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu untuk menjaga transmisi pasokan listrik serta merespons dengan cepat potensi gangguan.
Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, PLN UID S2JB juga menyiapkan 357 posko siaga, yang terdiri dari Pos Yantek, Posko Siaga, dan Posko Mudik, serta didukung 418 kendaraan operasional yang siap bergerak selama 24 jam. Selain itu, sebanyak 81 unit SPKLU telah disiapkan dan dioptimalkan untuk menunjang kebutuhan pengguna kendaraan listrik selama masa libur Nataru.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menegaskan bahwa seluruh langkah kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut dari Arah Direktur Utama PLN untuk memastikan layanan kelistrikan tetap terjaga.
“PLN UID S2JB siap melaksanakan Arah Direktur Utama dengan menyiagakan personel, peralatan, dan pendukung infrastruktur secara optimal. Kami berkomitmen menjaga kebocoran pasokan listrik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Adhi.
PLN UID S2JB memfokuskan pengamanan kelistrikan pada titik-titik prioritas, seperti pusat keramaian, rumah ibadah, fasilitas vital, objek strategi, serta jalur mudik, dengan mengedepankan mitigasi risiko berdasarkan prediksi cuaca dan kondisi wilayah.
Melalui keikutsertaan dalam check point nasional ini, PLN UID S2JB menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan pimpinan perusahaan, menjaga sistem kelistrikan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
(Adi/Rp)