palembang rakyatpembaruan.com –
HSE Training Center (HSE TC) Sungai Gerong berkolaborasi dengan Communication, Relations & CSR Refinery Unit III Plaju dan Regional Sumbagsel pada Senin-Selasa (27-28/4/2026) lalu memberikan edukasi kepada para jurnalis di Sumatera Selatan mengenai pengetahuan dan teknik dasar Keselamatan dan pertolongan pertama (rescue).
Kegiatan bertajuk Basic Safety for Journalist ini pertama diadakan HSETC sebagai upaya membekali insan pers yang berpartisipasi sebanyak 25 orang dari berbagai media massa.


Manajer HSE TC Sungai Gerong, Wahyudi, dalam berbagai tekanannya bahwa profesi jurnalis memiliki risiko kerja yang tinggi, terutama saat meliput di lokasi-lokasi ekstrem atau kawasan operasional.
“Aspek keselamatan sangat krusial. Pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk memberikan pemahaman yang mungkin tidak didapat di tempat lain. Kami ingin para jurnalis tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga membangun pola pikir keselamatan yang kuat dalam setiap pengugasan,” tegas Wahyudi.
Pendidikan Pengendalian Bahaya
Materi pelatihan dipandu langsung oleh instruktur utama, Haddy Achmad Chalidi. Ia memaparkan bahwa pemahaman mengenai pengendalian bahaya dasar adalah fondasi untuk menciptakan operasional kerja yang prima dan unggul.
“Kami ingin memaparkan pemahaman basic safety kepada rekan-rekan jurnalis agar mereka lebih peka terhadap potensi bahaya di sekitar. Dengan kesadaran ini, risiko kecelakaan saat peliputan dapat diminimalisir,” jelas Haddy.
Simulasi Praktis Lapangan
Selain mendapatkan teori, peserta juga mengikuti sesi praktik lapangan yang dipandu oleh Asisten Instruktur, Priyadi Gunawan (akrab disapa Koko). Peserta dibor menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta fire selimut untuk menangani kebakaran skala kecil.
“Seringkali masyarakat salah langkah, seperti menyiram air ke api yang bersumber dari minyak saat memasak, yang justru memperbesar api. Di sini, jurnalis kami membuka teknik penanganan yang benar dan aman,” ungkap Priyadi.
Komitmen CSR dan Edukasi Masyarakat
Pelatihan ini dirancang khusus untuk para profesional media yang tugas hariannya mengandung risiko keselamatan tinggi di lapangan. Wahyudi berharap, pembekalan ini memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Selatan.
“Melalui jurnalis sebagai agen edukasi, kami berharap informasi mengenai keselamatan ini dapat disampaikan secara luas. Jika terjadi kejadian darurat, kita semua sudah memiliki kesiapan untuk menghadapinya,” tutup Wahyudi.
Sementara Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III, Perliansyah mengatakan, Kilang Plaju selalu merangkul jurnalis dalam upaya menyebarkan informasi positif dan mengedukasi masyarakat tentang Pertamina, baik aspek operasional, bisnis, maupun budayanya.
“Aspek keselamatan menjadi budaya perusahaan yang senantiasa kita komunikasikan tidak hanya di internal, namun juga menjangkau elemen yang lebih luas, termasuk elemen jurnalis yang aktif berkontribusi positif dalam memperluas akses informasi di masyarakat,” ujar Perliansyah.
Dengan adanya pelatihan ini, Pertamina melalui Kilang Plaju HSE TC Sungai Gerong berkomitmen untuk terus konsisten dalam menyebarkan budaya keselamatan kerja di berbagai lapisan profesi dan masyarakat.
Tentang HSE TC Sungai Gerong
HSE Training Center Sungai Gerong merupakan pusat pelatihan keselamatan di bawah fungsi Pertamina Corporate University, yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang aspek Health, Safety, and Environment (HSE) agar dapat berkontribusi memberikan upskilling kompetensi dasar keselamatan dan menjadi pusat pelatihan HSSE terlengkap se-Asia, sekaligus Fire Ground terbesar se-Asia.(adi/rp)
