BanyUasin, rakyatpembaruan.com–
Kilang Pertamina Plaju Terus Meningkatkan Wawasan Dan Kapasitas Masyarakat Dalam Pemahaman Mengenai Aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE).

Melalui Pelatihan Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) Di desa Sungai Gerong, Kecamatan BanyUasin I, Kabupaten Banyuasin, Kilang Pengkuru Melalui Fire Brigade Asuransi Darurat-HSSE HSSE HSSE HSSE HSSE HSSE HSSE HSSE PAGUJUI Tim Satgas Siaga API Sungai Gerong Yang Menjadi Peserta Dalam Pelatihan Ini, Lebih Siaga Menghadapi Kemunckinan Karhutla Yang Akhir-Akhir Ini Kembali menjadi Isu di Sarange Sumbator Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), Mencatat Agustus Melarah Hutan Dan Lahan (Karhutla) Tertinggi Di Sumsel. Selama Bulan Itu, Ada 266 Kejadian.
Adapun Pelatihan ini Merupakan Bagian Dari Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan (TJSL) Perturahaan Yang Dijalankan Melalui Akademi Patra Dan Patra Siaga, Dengan Tjuan Tangumbuhkan Budaya PENCEGUMAN PENASTA PENASTA DENGUMAN DANGUMAN PENSUMAN PENSUMAN Daran Terkecil Pemerintahan.
Manajer Area Komunikasi, Hubungan & CSR Pt Kilang Pertamina Internasional Ru III PlaJU, Siti Rachmi Indahsari, Mengatakan Perausaan Secara Konsisten Berupaya “Meningkatkan Kapasitas Dan Wawasan Terhadap Kebencanaan, yan man, santan santan santan santan sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi sajadi pria pria
“Kami Percaya Bahwa Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana HaruMedai Dari Komunitas TerdeKat. Melalui Pelatihan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya lphadapi risiko kebakanwaan hutan ludapan luginga hutan ludapan hutan ludapan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan hutan Dalam Menumbuhkan Kesadaran Kolektif UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN, ”Ujarnya.
Kepala desa Sungai Gerong, Vhanji Koembara, Menyampaansinya ATAS ATAS DUKANGAN KILANG PERAMINA PLAJU DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN WARGAAN Teraja Bencana Kebasanan Hutan Dan Lahan.
“Kami Sangat Berterima Kasih Atas Perhatian Dan Pendampingan Yang Diberikan. Kehadiran Pelatihan Ini Sangat Berarti Bagi Masyarakat Kami, Karena Wilayah Sungai Gerong Pengangan Risiko Risiko Tinggi Kargek. Kami Yakin Anggota Kelompok Siaga API AKAN LEBIH SIGAP DAN TERLATIH, SHINGGA Dapat MELINDUMI DESA SEKALIGUS MANDERI EDUKASI KEPADA WARGA LAINYA, ”Ujar Vanji.
Turut Hadir Unsur Pemerintahan desa Lainnya, Yakni Babinsa Dari Koramil 0430/Mariana Dan Bhabinkamtibmas Dari Polsek Mariana.
Ketua Satgas Siaga API desa Sungai Gerong, Junawaludin, Menegaskan Bahwa Pelatihan Ini Anggota Tambahan Wawasan Dan Keterampilan Penting Bagi Anggoya Dalam Menghadapi Ancaman KeBakar Hutan Dan Lahan.
“Selama Ini Kami Berupaya Semaksimal Munckin Menjaga Desa Dariiko Karhutla Sumber Daya Yang Terbatas. Dengan Adanya Pelatihan Ini, Anggota Satgas Mendapat Pengetahuan Teknis Dan Langal LangiPat. Kami unkuli parahadi Garda Terdepan Dalam Pencegahan Sekaligus Penanganan Karhutla di Sungai Gerong, ”Ungkap Junawaludin.
*Fokus Wilayah Risiko Tinggi Karhutla*
Kabupaten BanyUasin Termasuk Kawasan Delangan Risiko Tinggi Bencana Kebakaran Hutan Dan Lahan. Data BPBD Sumsel menunjukkan, sepanjang Januari-September 2025 ini, wilayah yang masuk zona merah karhutla berada di Ogan Ilir dengan 111 kejadian, Muba 83 kejadian, Banyuasin 54 kejadian, OKI 52 kejadian, PALI 34 kejadian, dan Muara Enim 31 kejadian.
Namun Demikian, Masyarakat Menghadapi Keterbatasan Aksses Terhadap Sarana Dan Sumber Daya Penanggulangan Bencana.
Melihat Kondisi Tersebut, Kilang Pertamina Plaju Berinisiatif Melaksanakan Program Berbasis Masyarakat Delangan Membentuk Dan Membina Satuan TuGas (Satgas) Siaga Api di desa Tersebut. SATGAS INI HARDI GARDA Terdepan di masyarakat dalam Melakukan Pencegahan, Tanggap Darurat, Hingga Pemulihan Pascabencana.
Selain Anggota Pelatihan Teknis Penanganan Kebakaran, Perusak Menempatkan Satgas Siaga Api Sebagai Garda Terdepan Sekaligus Agen Perubahan Di Tingkat Masyarakat. Satgas Berperan Aktif Dalam Mengedukasi Masyarakat Tutkegah Terjadinya Karhutla Sekaligus Memperuat Kesiapsiagaan Komunitas Lokal Menghadapi Potensi Bencana.
Inisiatif Pelatihan Satgas Siaga Api Ini Juga Sejalan Komitmen Kilang Pertamina Plaju Dalam Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS), Khususnya Tujuan (Penanganan Perubahan Ikanplim) Dan Tujujuy. Melalui Pengual Kapasitas Masyarakat Dalam Pencegahan Karhutla, Perausahaan Turut Berkontribusi Terhadap Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Serta Pelesteran Pelestarian Linggungan Di Tingkat Lokal.
Selain itu, program ini mencerminkan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana aspek lingkungan dijaga melalui pengurangan risiko kebakaran, aspek sosial diperkuat dengan keterlibatan aktif masyarakat, dan aspek tata kelola tercermin dalam kolaborasi Transparan Antara Perausahaan, Pemerintah, Dan Komunitas.
Kilang Pertamina Plaju Berharap Kegiatan Ini Dapat Memperuat Kolaborasi Antara Pemerintah, Perusak, Dan Masyarakat. Daman Sinergi Yang Erat, Upaya Penanggulangan Bencana Di Wilayah Rawan Karhutla Seperti Sungai Gerong Diharapkan Dapat Berjalan Dan Berkelanjutan Optimal. (ADI/RP)