Dirangkum detikcom, Rabu (21/1/2026), hubungan Iran dan AS semakin panas gara-gara penindasan berdarah di Iran. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan aktor-aktor yang terkait dengan AS dan Israel bertanggung jawab atas pembunuhan ‘beberapa ribu’ orang selama protes anti-pemerintah di Iran.
“Mereka yang terkait dengan Israel dan AS menyebabkan kerusakan besar dan membunuh beberapa ribu orang selama protes yang mengguncang Iran selama lebih dari dua minggu,” kata Khamenei seperti dilansir Al-Jazeera.
Dia menuduh kedua negara itu terlibat langsung dalam kekerasan di Iran. Dia juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai ‘kriminal’.
“Pemberontakan anti-Iran terbaru berbeda karena presiden AS secara pribadi terlibat,” ujarnya.
Setelah itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan setiap serangan terhadap Khamenei akan dianggap oleh Iran sebagai deklarasi perang. Pernyataan itu menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump soal mencari pemimpin baru Iran.
“Serangan terhadap pemimpin besar negara kita sama saja dengan perang skala penuh dengan bangsa Iran,” kata Pezeshkian dalam sebuah unggahan di X, dilansir AFP.
Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shekarchi, juga mengatakan Trump sudah tahu Teheran tidak akan menahan diri jika masalah kembali terjadi. Dia mengatakan tak ada tempat bagi Trump untuk berlindung.
“Trump tahu bahwa jika tangan agresi diulurkan ke arah pemimpin kami, kami tidak hanya akan memutus tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan,” kata Shekarchi kepada media pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/1/2026).
“Tapi kami akan membakar dunia mereka dan tidak akan memberi mereka tempat berlindung yang aman di wilayah ini,” imbuhnya.
Iran saat ini sedang berupaya memulihkan situasi setelah guncangan yang terjadi selama aksi-aksi protes anti-pemerintah sejak akhir Desember. Aksi itu merupakan pemaksaan terbesar sejak revolusi Islam di Iran pada tahun 1979.
Kelompok hak asasi manusia sedang berupaya untuk memastikan jumlah orang yang terbunuh selama protes tersebut. Menurut kelompok Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), ada lebih dari 4.000 kematian yang telah dikonfirmasi.
Warga Iran menggelar demonstrasi massal untuk menuntut bantuan sosial atas kesulitan ekonomi pada bulan Desember 2025. Saat itu, mata uang Iran mencapai titik terendah baru di bawah kepemimpinan Ayatollah yang berusia 86 tahun.
Trump Ancam Hapus Iran dari Muka Bumi
Yang terbaru, Trump melontarkan ancaman lebih keras terhadap Iran. Trump mengatakan dirinya sudah memberikan instruksi yang jelas agar AS melampaui Iran jika sesuatu terjadi pada dirinya.
“Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Apa pun yang terjadi, mereka akan mendekatkan mereka (Iran-red) dari muka bumi,” kata Trump dalam wawancara News Nation yang ditayangkan pada hari Selasa (20/1) waktu setempat sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang ancaman Iran terhadap nyawa pria berusia 79 tahun itu.
Trump pernah mengeluarkan peringatan serupa kepada Iran setahun yang lalu. Saat itu, dia mengatakan kepada wartawan ‘jika mereka melakukannya, mereka akan dirusak’.
(haf/lir)