Seorang ahli jantung sekaligus profesor epidemiologi kardiovaskular di Northwestern University, Dr Sadiya Khan, menegaskan upaya pencegahan harus dimulai sejak dini, bukan saat risiko sudah tinggi. Menurutnya, mempertahankan pola hidup sehat di usia 20-an hingga 40-an adalah kesalahan yang besar.
“Anda tidak bisa hanya menjadi lebih tua dan kemudian berharap untuk melakukan semua perubahan ini,” tegas Dr Khan, dikutip dari Business Insider.
‘Umur’ Jantung Lebih Tua dari Usia Asli
Penelitian Dr Khan mengungkapkan bahwa rata-rata jantung orang Amerika berusia 4-7 tahun lebih tua dibandingkan usia mereka. Hal ini terjadi karena kebiasaan menunda-nunda untuk menerapkan gaya hidup sehat.

“Anda cenderung menolak hal-hal yang ada di depan mata, dan akan lebih sulit untuk memprioritaskan dan memberikan perhatian yang sama pada sesuatu yang memiliki konsekuensi jangka panjang,” jelasnya.
Untuk membantu meningkatkan kesadaran, Dr Khan dan mengembangkan alat berani yang dapat memprediksi risiko serangan jantung atau stroke seseorang dalam 30 tahun ke depan.
Alat ini berfungsi membandingkan risiko seseorang dengan rekan seusianya dan jenis kelamin yang sama. Setelah itu, alat tersebut menampilkan peringkat kesehatan jantung.
Dengan demikian, seseorang dapat mengetahui dari 100 orang dengan usia dan jenis kelamin yang sama, berapa banyak yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi atau lebih rendah.
Bagaimana Cara Mulai ‘Investasi’ Jantung Sejak Dini?
Dr Khan menyebutkan bahwa kesehatan jantung bersifat sangat pribadi. Faktor genetik, stres, pola makan, dan olahraga berbeda pada setiap orang.
“Ini tidak akan menjadi ‘satu ukuran untuk semua orang’,” kata dia.
Meski begitu, ada beberapa cara yang menjadi kunci untuk bisa melindungi kesehatan jantung:
Dr Khan menegaskan tidak ada toleransi terhadap rokok, bahkan jika hanya sesekali. Ia juga mengingatkan bahwa merokok dapat berdampak buruk pada jantung.
Tidak perlu melakukan maraton. Dengan menambah 500 langkah ekstra per hari sudah sangat membantu.
Olahraga dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat juga efektif meningkatkan kebugaran jantung atau kardiovaskular.
Gerakan seperti squat, deadlift, hingga push-up di rumah tidak hanya membentuk otot. Latihan tersebut juga mendukung jantung agar kuat dan berumur panjang.
4. Konsumsi Kacang-kacangan dan Serat
Pilih makanan nabati utuh seperti biji-bijian dan kacang-kacangan. Selain itu, kaya serat yang melindungi jantung.
Makanan nabati juga membuat rasa kenyang lebih lama, sehingga bisa mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan.
Stres kronis adalah musuh jantung. Aktivitas seperti yoga, tai chi, atau sekadar menghabiskan waktu di luar ruangan terbukti menurunkan tekanan darah.
Tidur yang cukup dan berkualitas secara teratur juga sangat krusial. Hal ini bisa membantu menjaga jantung tetap sehat.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, Dr Khan menyarankan perubahan kecil tapi berkelanjutan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
“Itu tergantung pada apa yang cocok untuk Anda dan apa yang dapat Anda pertahankan. Semuanya penting, tetapi Anda juga tidak perlu melakukan semuanya sekaligus,” tutupnya.
(sao/kna)