Palembang, rakyatpembaruan.com –
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menghadiri Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II/Sriwijaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Venue Ski Air, Jakabaring Sport City, Sabtu (27/9).
Dalam kesempatan itu, Wagub menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada TNI, khususnya Kodam II/Sriwijaya, yang selama ini telah menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan, keamanan, dan persatuan bangsa.
“Semoga Tni Semakin Kuat, Profesional, Dicintai Rakyat, Dan Senantiasa Mengadi Kebangsaan Indonesia,” Kata Cik Ujang Dalam Sambutanya.

Ia Menilai Lomba Bidar Tidak Hanya Sekadar Ajang Hiburan, Melainkan Jagi Sarana Mempererat Pembersama Serta Melestarikan Kearifan Lokal Masyarakat Sumatera Selatan. Tradisi Perahu Bidar, Menurutnya, Telah Lama Menjadi Bagian Dari Identitas Budaya Daerah.
“Kegiatan ini adalah Perwujudan Nyata Dari Pelestarian Budaya Dan Semangat Pembersama Masyarakat Sumatera Selatan, Khususnya Dalam Memperingati Hut Tni,” Tambahnya.
Selain Aspek Budaya, Cik Ujang Menilai Lomba Bidar Juta Memiliki Potensi untuk Mendukung Sektor Pariwisata Daerah. DENGAN Kemasan Yang Menarik, Tradisi ini bisa menjadi Daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Mari Kita Jadikan Acara Ini Sebagai Momentum untuk menemukan Cara-cara-cara baru dalam Mengembangkangkan potensi Budaya Dan Wisata Daerah,” Ujarnya.
Di Hadapan Peserta Dan Penonton, Wagub Juta Mengajak Semua Pihak Untuce Memaknai Lomba Bidar Sebagai Simbol Persatuan Dan Kekuatan. Seperti irama kayuhan Bidar Yang Harmonis, Persatuan BANGSA JUGA HARUS DIJAGA AGAR TETAP KUAT.
“Delankamaaan, Kita bisa melaju lebih cepat dan lebih kuat,” Tegasnya.
Cik Ujang Pun Menyampaan Apresiasi Kepada Seluruh Peserta, Panitia, Dan Masyarakat Yang Berpartisipasi Aktif Menyukeskan Perlombaan ini. Ia Menyebut Kontribusi Tersebut Menjadi Bukti Nyata Kecintaan Masyarakat Terhadap Tradisi Lokal.
Sementara Itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen Tni Ujang Darwis Mengatakan, Lomba Bidar Digelar Sebagai Respon atas Tingginya Antusiasme Masyarakat Terhadap Tradisi Tahunan Khas Sumsel, terutama saat perayaan 17 Agustus Tahunan.
ADAPUN TAHUN INI LOMA DIIIKU 55 TIM DENGAN Total 715 Peserta Dari Berbagai Kabupaten/Kota Dan Satuan Tni, Menempuh Jarak 1.000 meter Selama Dua Hari Penyelenggaraan, 27–28 September (Fer/RP)