Dia telah terasing di penjara Bangkok selama tiga tahun terakhir. Dia ditangkap oleh otoritas Thailand pada tahun 2022 silam.
Dilaporkan Reuters dan Anadolu Agency, Kamis (13/11/2025), ekstradisi digelar awap pekan ini. Kebijakan itu dilaksanakan setelah pengadilan Thailand memperkuat eksekusi pengadilan sebelumnya yang mengabulkan permohonan ekstradisi She ke China.
Dia dipindahkan dari penjara Bangkok ke Bandara Suvarnabhumi dengan pengawalan ketat kepolisian, pada Rabu (12/11) waktu setempat, sebelum diserahkan kepada otoritas Tiongkok.
Kelola Jaringan Judol Rp 6.349 Triliun
Dia ditangkap oleh Kepolisian Thailand, pada Agustus 2022, berdasarkan surat perintah internasional dan red notice Interpol yang diminta oleh Beijing. Otoritas Tiongkok menuduh Dia menjalankan operasi perjudian online secara ilegal.
Dia diduga kuat sebagai dalang utama sindikat judi online melintasi perbatasan, yang bermarkas di kawasan ekonomi khusus Shwe Kokko di Provinsi Myawaddy, Myanmar, yang terletak di dekat perbatasan Thailand.
Menurut laporan Shanghai Daily, jaringan judi online yang dikelola Dia memproses transaksi senilai sekitar 2,7 triliun Yuan, atau setara dengan Rp 6.349 triliun.
Pengadilan pidana Thailand telah mengabulkan permohonan ekstradisi She ke China pada Mei 2024 lalu. Namun tim kuasa hukum Dia mengajukan banding, dengan keputusan yang dijatuhkan pada Senin (10/11) waktu setempat menyatakan memperkuat eksekusi pengadilan sebelumnya.
“Pihak China telah meminta tersangka ini, yang merupakan prioritas tinggi bagi China,” kata asisten komisioner Kepolisian Thailand, Letnan Jenderal Jirabhop Bhuridej, kepada wartawan.
Dakwaan kepada Dia
Kepolisian Thailand dalam pernyataannya pada Rabu (12/11) mengatakan bahwa Dia diekstradisi ke China untuk diadili atas tuduhan mengoperasikan kasino dan situs web perjudian ilegal, serta menggunakan Myanmar sebagai basis operasi ilegal ini dan untuk mencuci uang.
China, yang mengirimkan pesawat untuk menjemput She di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, menyampaikan terima kasih kepada otoritas Thailand atas penanganan kasus ini.
“Ini menunjukkan tingginya tingkat kerja sama kita,” kata konselor di Kedutaan Besar China di Bangkok, Zhao Mengtao.
Dia menambahkan bahwa kedua negara akan memperkuat kerja sama dalam menangani kejahatan terorganisir seperti judi online dan scam online.
Merespons ekstradisi yang dilaksanakan otoritas Thailand, pengacara She, Sanya Eadjongdee, menyebut proses “tidak lazim”, namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut. Dia hanya menegaskan bahwa kliennya tetap membantah melakukan pelanggaran hukum.
Operasi judi online yang dijalankan Dia disebut sebagai salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan di Asia Tenggara, di mana otoritas yang berwenang telah meningkatkan upaya-upaya untuk mengungkap sindikat judi online dan scam online yang terkait dengan perdagangan manusia serta penipuan siber.
Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada bulan September lalu telah menjatuhkan sanksi kepada sembilan perusahaan dan individu terkait Shwe Kokko atas hubungan mereka dengan jaringan scam dan perdagangan manusia.
(yg/yg)