“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” kata ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).
Pria yang dipanggil Pras itu menambahkan pasukan dari Indonesia akan bergabung dengan perdamaian dari negara lain. Namun dia belum menyebut di mana pasukan Indonesia akan ditempatkan.
“Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah tercapai kesepakatan dan kita harus mengirimkan pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen yang akan kita lakukan,” jelasnya.
Pras menegaskan Indonesia berkomitmen untuk mengakui kemerdekaan Palestina. Dia juga menyinggung soal peran di Board of Peace.

“Kan yang pasti berkenaan dengan masalah BOP beserta seluruh turunan teknisnya itu kan ini, kan bagian dari komitmen bangsa kita untuk tentu yang pertama kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ucapnya.
“Yang kedua bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. Makanya kemudian kita Indonesia beserta 7 negara muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di BOP tersebut,” imbuhnya.
Pras berharap bergabungnya Indonesia di Board of Peace dapat meminimalisir konflik di Gaza. Upaya ini dilakukan agar warga Palestina tidak dirugikan.
“Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita mengurangi penderitaannya. Nah dengan sekarang proses bantuan-bantuan makanan tersebut bisa masuk ke Gaza yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ungkap dia.
(tsy/yld)
