Seluma, rakyatpembaruan.com–
PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tais mengakselerasi gerakan edukasi keselamatan ketenagalistrikan secara masif di Kabupaten Seluma. Melalui program Gebyar Sosialisasi Bahaya Listrik, PLN turun langsung ke tengah masyarakat dengan target menjangkau 206 desa, 29 kelurahan, dan 18 kecamatan di Kabupaten Seluma. Hingga saat ini, PLN ULP Tais telah menjangkau kurang dari 190 titik desa dan kelurahan.
Pendekatan door to door menjadi kunci. Insan PLN menyampaikan edukasi praktis tentang potensi bahaya listrik dan cara penggunaan listrik yang aman, tepat, serta sesuai standar keselamatan—menjadikan literasi keselamatan tidak lagi bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program ini dikawal langsung oleh Ketua Tim K3L dan KAM PLN ULP Tais, Nefri Surya, untuk memastikan pelaksanaan berjalan secara terukur, sistematis, dan tepat sasaran. Seluruh pegawai hingga Tenaga Alih Daya (TAD) diterjunkan, mempercepat penetrasi edukasi melalui perangkat daerah hingga masyarakat langsung.

Ke depan, jangkauan ini akan terus berlangsung hingga mencakup seluruh desa dan kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan, dengan intensifikasi kunjungan langsung, baik kantor camat maupun warga.
Manajer PLN ULP Tais, Didin Putri Madina, menegaskan program ini merupakan gerakan kolektif membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekedar sosialisasi, tapi upaya percepatan membangun kesadaran masyarakat agar lebih aman dalam memanfaatkan listrik. Target kami jelas, seluruh desa dan kelurahan di Seluma terjangkau dan teredukasi,” ujarnya.
Manajer PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran PLN yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Kami tidak hanya memastikan listrik Andal, tetapi juga aman digunakan. Edukasi seperti ini menjadi bagian penting dalam perlindungan masyarakat,” ungkapnya.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan bahwa edukasi keselamatan listrik merupakan agenda strategis PLN dalam memperkuat kualitas layanan berbasis perlindungan pelanggan.
“Melalui pendekatan langsung seperti ini, masyarakat PLN tidak hanya menikmati listrik, tetapi juga menikmati cara menggunakannya secara aman. Ini bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagalistrikan yang berkelanjutan, di mana aspek keselamatan menjadi fondasi utama,” tegas Diksi.
Ia juga berharap masyarakat yang telah mendapatkan edukasi dapat menjadi perpanjangan tangan PLN dalam menyebarkan pemahaman keselamatan listrik di lingkungannya masing-masing.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif—terus menerus memberikan informasi yang telah diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga kesadaran ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan perlindungan yang lebih besar,” tutupnya.
