Plaju, rakyatpembaruan.com –
PT Pertamina Patra Niaga melalui kilang Refinery Unit (RU) III Plaju menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah Haji tahun 1447 H / 2026 M. Memasuki fase pemberangkatan kloter haji melalui Embarkasi Palembang, Kilang Plaju terus memproduksi bahan bakar pesawat udara (Avtur) untuk memenuhi permintaan.
Berdasarkan data kinerja produksi sepanjang kuartal pertama tahun ini, Kilang Plaju mencatatkan angka produksi Avtur sebanyak 134 ribu barel. Dari total produksi tersebut, sebesar 119,80 MB telah berhasil dilakukan pengangkatan atau penyaluran untuk memenuhi kebutuhan energi transportasi udara di sejumlah Aviation Fuel Terminal (AFT) yang tersebar di Sumbagsel.
Pada bulan Mei 2026 yang bertepatan dengan jadwal keberangkatan jemaah haji embarkasi Palembang, Kilang Plaju mencatat permintaan Avtur sebanyak 25 ribu barel.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR RU III Plaju, Perliansyah, menyampaikan bahwa operasional kilang saat ini berjalan optimal guna mengantisipasi permintaan selama musim haji.

”Kami menyadari pentingnya momentum keberangkatan jemaah haji bagi masyarakat Sumatera Bagian Selatan. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa produksi Avtur dari Kilang Plaju tetap stabil dan andal. Dengan proyeksi permintaan sebesar 25,13 MB di bulan Mei ini, kilang akan menyuplai avtur untuk mendukung kemampuan pesawat pengangkut jemaah dari Embarkasi Palembang,” ujar Perliansyah.
Bagaimana Avtur Diproduksi?
Untuk menghasilkan avtur di Kilang Plaju, dimulai dari Crude Distillation Unit (CDU). Di sini, minyak mentah (crude) jenis tertentu diolah dan dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Proses distilasi ini memisahkan minyak mentah menjadi berbagai fraksi produk, salah satunya adalah avtur.
“Setelah Dihasilkan dari CDU, avtur ini kemudian diolah di unit treatment. Tujuannya adalah untuk menurunkan kadar pengotor atau pengotor, hingga avtur memenuhi spesifikasi kualitas yang diinginkan. Avtur yang sudah memenuhi standar ini kemudian ditampung di tangki produk, siap untuk digunakan. Prosesnya sangat teliti untuk memastikan avtur yang dihasilkan berkualitas tinggi,” kata Perliansyah.
Sesuai Standar Internasional
Untuk memastikan kualitas avtur yang dihasilkan memenuhi standar internasional, beberapa langkah penting dilakukan di Kilang Plaju. Pertama, kondisi operasi pemantauan secara ketat sesuai dengan batasan yang telah ditentukan. Selain itu, Quality Control (QC) dilakukan setiap hari dengan melakukan pemeriksaan kualitas di laboratorium baik pada stream CDU maupun di tangki produk avtur oleh pekerja yang telah tersertifikasi.
Tidak hanya itu, unit treatment dioperasikan dengan standar dan kualitas yang optimal untuk memastikan bahwa pengotor pada avtur sesuai dengan standar internasional. Semua langkah ini penting untuk menjaga kualitas avtur yang tinggi dan konsisten.
Selain itu laboratorium Kilang Plaju dilengkapi dengan peralatan analisis yang telah terakreditasi dan menggunakan metode uji standar nasional maupun internasional. Alat-alat ini memberikan kontribusi besar dalam memastikan setiap batch avtur memenuhi spesifikasi kualitas yang ketat sebelum produk disalurkan. Dengan sistem kontrol otomatis dan alat pengukur kualitas yang canggih, Kilang Plaju mampu memproduksi avtur berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar internasional.
