Washington DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Washington telah mengekstraksi banyak minyak dari Venezuela untuk menutupi biaya perang melawan Iran. Trump bahkan mengklaim minyak Venezuela telah menanggung biaya perang Iran hingga “25 kali lipat”.
Hal tersebut, seperti dilansir Al Jazeera dan TRT World, Sabtu (23/5/2026), disampaikan Trump saat berpidato dalam kunjungan di negara bagian New York pada Jumat (22/5) waktu setempat.
Dalam pidatonya, Trump sempat membahas bagaimana dunia memandang keputusannya untuk menyerang Iran dan Venezuela.
“Bagaimana kinerja kita di Venezuela? Tidak buruk. Kita telah mengekstraksi begitu banyak minyak di Venezuela, sehingga biaya perang (melawan Iran) telah tertutupi sekitar 25 kali lipat,” ungkap Trump dalam pernyataannya.

Dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai klaim tersebut.
Pernyataan Trump ini disampaikan setelah Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengungkapkan, pekan lalu, bahwa biaya perang melawan Iran telah bertambah menjadi hampir US$ 29 miliar, atau setara dengan Rp 513,2 triliun. Konflik yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.
Belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih atau Pentagon menanggapi klaim terbaru yang dilontarkan Trump tersebut.
Perang melawan Iran telah membuat Trump dan pemerintahannya menghadapi pengawasan yang semakin ketat di dalam negeri.
Dalam rapat anggaran pada awal Mei, para pejabat pertahanan AS, termasuk Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth, ditunjuk oleh para anggota parlemen soal biaya perang Iran, saat membahas pengajuan anggaran pertahanan tahun 2027 sebesar US$ 1,5 triliun dari pemerintah Trump.
Pertempuran antara Washington dan Tel Aviv melawan Teheran sebagian besar terhenti sejak gencatan senjata terjadi pada awal April. Namun perundingan damai yang terjadi di Pakistan setelah gencatan senjata itu, gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.
Upaya perdamaian, yang dimediasi Pakistan, berlangsung banyak dengan kedua pihak menyetujui tuntutan masing-masing. Laporan media-media terbaru AS, seperti CBS dan Axios, menyebut AS sedang mempertimbangkan serangan militer baru terhadap Iran.
Keputusan akhir tentang serangan baru AS terhadap Iran belum diambil, namun laporan Axios menyebut posisi Trump sepanjang pekan ini telah bergeser dari tadinya mendukung diplomasi, menjadi condong untuk perintah serangan.
Trump, menurut laporan Axios yang mengutip dua sumber anonim, “semakin frustrasi tentang negosiasi dengan Iran dalam beberapa hari terakhir”.
(nvc/idh)
