Jakarta – Prosesi pemakaman pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah selesai. Kementerian Intelijen Iran memuji banyaknya pelayat yang hadir, dan menyebut prosesi di Iran dan Irak tersebut sebagai janji baru terhadap cita-cita bangsa dan Poros Perlawanan.
Laporan media Iran, Press TV, Sabtu (11/7/2026), dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (11/7), kementerian Iran tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada rakyat Iran dan Irak, otoritas agama, pemerintah negara-negara sahabat, dan utusan dari seluruh dunia Islam atas partisipasi mereka dalam prosesi pemakaman itu.
Kementerian juga mengucapkan terima kasih kepada para pelayat dari Lebanon, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kashmir, India, Bahrain, dan negara-negara lain. Kementerian menggambarkan kehadiran mereka sebagai solidaritas yang abadi dengan negara tersebut.
“Pemakaman bersejarah tersebut mencerminkan kecintaan dan kesadaran bangsa Islam dan memperbarui komitmennya terhadap cita-cita Islam,” bunyi pernyataan menteri tersebut.
Kementerian pun memuji prosesi yang diselenggarakan oleh suku-suku Irak dan lembaga-lembaga keagamaan. Dia mengatakan bahwa hal itu menyoroti ikatan abadi antara rakyat Iran dan Irak dan memperkuat jalan perlawanan.
“Kita memperbarui perjanjian darah dan perjuangan kita dengan Pemimpin Revolusi Islam dan akan tetap berada di garis depan pertempuran melawan Amerika Serikat yang kriminal dan rezim Zionis pembunuh anak-anak,” imbuh pernyataan itu.
Ayatollah Khamenei gugur dalam serangan terkoordinasi AS-Israel di Teheran pada awal perang agresi 40 hari melawan Iran pada 28 Februari lalu.
Upacara penghormatan besar-besaran diadakan di Teheran, ibu kota Iran pada tanggal 5 dan 6 Juli lalu. Diikuti kemudian dengan prosesi pemakaman di kota Qom pada tanggal 7 Juli, kota Najaf dan Karbala di Irak pada tanggal 8 Juli, serta kota Mashhad pada tanggal 9 Juli, tempat pemakaman Khamenei di Makam Imam Reza.
(ita/ita)
