Palembang, rakyatpembaruan.com-
Suasana meriah mewarnai peringatan Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya (UNSRI) melalui gelaran yang berlangsung di Pendopo Kampus UNSRI Palembang, Sabtu (18/10/2025).
Ajang ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis UNSRI yang dikemas secara menarik untuk menampilkan bakat seni, khususnya di bidang musik dangdut. Sebanyak 26 peserta dari berbagai fakultas dan masyarakat umum berhasil lolos ke babak Grand Final, bersaing memperebutkan gelar juara 1, 2, 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Alfitri, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen UNSRI untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat dan mengembangkan potensi seni generasi muda. “Kompetisi ini bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 UNSRI. Kami ingin UNSRI dikenal tidak hanya dari sisi ilmiah, tetapi juga seni. Mengapa dangdut? Karena kami ingin UNSRI lebih dekat dengan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, sekaligus menjadi wadah lahirnya talenta dangdut dari generasi,” ungkapnya.
Menambah semarak acara, kompetisi ini menghadirkan tiga juri berpengalaman di dunia musik dangdut, yaitu Mey Forsa (Sumitra Sari), Juara Nasional FORSA IDOL 2024; Ginar KDI (Ginanjar), alumni ajang pencarian bakat KDI 2015; serta Abubakar, perwakilan dari Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP).
Kehadiran para juri ini diharapkan peserta tidak hanya berkompetisi tetapi juga mendapat pelatihan langsung terkait teknik vokal, ekspresi panggung, dan hal lain yang berkaitan dengan dunia tarik suara.
Dari hasil penjurian, Ferry Norwanjaya berhasil keluar sebagai Juara 1, disusul oleh Imam Syamsuri Dly sebagai Juara 2, dan Nurjanah sebagai Juara 3. Adapun Juara Harapan 1 diraih oleh Erlan Setiawan, Juara Harapan 2 oleh Afiza Medina, dan Juara Harapan 3 oleh Bagas Syallam.
Melalui kegiatan ini, UNSRI tidak hanya menegaskan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menunjukkan kepeduliannya terhadap seni budaya yang menjadi identitas bangsa. (adi/rp)(GR-Humas)