Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis, Laurent Nunez, seperti dilansir AFP, Rabu (22/10/2025), mengatakan bahwa mantan kepala negara biasanya mendapatkan keuntungan dari “pengaturan perlindungan mengingat status dan ancaman yang menghadangnya”.
Nunez menyebut pengaturan tersebut “memang telah dipertahankan dalam tahanan”.
Pernyataan Nunez kepada media lokal Prancis itu mengonfirmasi apa yang disampaikan sejumlah sumber sebelumnya kepada AFP.
Sumber yang dikutip AFP itu menyebut dua petugas keamanan ditempatkan di sel yang berdekatan di penjara La Sante di Paris, tempat Sarkozy menjalani masa hukumannya mulai Selasa (21/10) waktu setempat.
Sarkozy yang menjabat Presiden Prancis periode tahun 2007-2012 lalu, dinyatakan bersalah bulan lalu atas tuduhan berusaha memperoleh dana dari Libya, yang saat itu dipimpin mendiang Muammar Khadafi, untuk kampanye capres yang menjadikannya terpilih.
Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas dakwaan kejahatan kriminal.
Sarkozy, menurut seorang staf penjara La Sante kepada AFP, kemungkinan ditahan di sel seluas 9 meter persegi di sayap sel isolasi.
Hal tersebut, sebut saja staf penjara itu, akan menghindarkan Sarkozy dari kontak dengan pemimpin lainnya atau mencegah para pemimpin lainnya mengambil foto bersamanya, mengingat banyak ponsel yang diselundupkan ke dalam penjara.
Di sel isolasi, para izin diizinkan keluar sel untuk berjalan-jalan, sendirian, sekali dalam sehari di halaman kecil. Sarkozy juga akan diizinkan untuk menerima kunjungan tiga kali seminggu.
Sarkozy menjadi mantan kepala negara Uni Eropa pertama yang dipenjara. Di Prancis, dia juga menjadi pemimpin pertama yang dipenjara sejak Philippe Petain, kepala negara kolaborator Nazi yang dibui setelah Perang Dunia II.
Dia menghadapi serangkaian masalah hukum sejak kalah dalam pemilu tahun 2012, dan telah dihukum dalam dua kasus lainnya.
(nvc/ita)