Doa itu disampaikan Megawati saat menunaikan ibadah umroh di Makkah, Arab Saudi, pada Sabtu (14/2/2026) sore waktu setempat. Megawati didampingi putra dan putri, Ketua DPP M Prananda Prabowo beserta istri Nancy Prananda, dan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Duta Besar RI untuk Tunisia yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Agama (non-aktif) Zuhairi Misrawi memimpin doa untuk Megawati dan keluarga. Selain membacakan doa-doa yang lazim saat tawaf, Megawati juga bermunajat untuk tokoh-tokoh penting yang telah meninggal dunia, khususnya Taufiq Kiemas dan Surindro Supjarso.
Untuk diketahui, Megawati menikah dengan Surindro pada tahun 1968. Keduanya dikaruniai dua orang anak yaitu Muhammad Rizki Pratama dan Prananda Prabowo. Surindro meninggal pada usia 26 tahun pada tahun 1970.
Sedangkan dengan Taufiq Kiemas, Megawati menikah pada tahun 1973. Mantan Ketua MPR itu meninggal dunia saat berusia 70 tahun pada tahun 2013. Dari pernikahan dengan Taufiq Kiemas, Megawati dikaruniai anak perempuan yaitu Puan Maharani.
Dalam proses tawaf, Zuhairi mengawali doanya dengan mendoakan orang-orang yang telah mendahuluinya. Dia bermunajat kepada Allah SWT agar dosa orang tua yang telah wafat itu dibersihkan. Kemudian doa mengerucut ke dua sosok yang mempunyai arti penting bagi keluarga Megawati, PDIP dan Indonesia.
“Ya Allah, secara khusus doa kami panjatkan untuk saudara, suami, atau orang tua kami, Almarhum Bapak HM Taufik Kiemas dan Almarhum Bapak Surindro Supjarso. Kami menyebarkan, kedua hamba-Mu ini adalah orang-orang baik yang layak Anda masukkan ke dalam surga-Mu,” kata Gus Mis, panggilan akrab Zuhairi.
Doa yang disampaikan Gus Mis itu sekaligus menjadi momen untuk mengenang perjuangan politik Taufiq Kiemas. Dia mengatakan almarhum Taufiq Kiemas adalah orang yang berjasa bagi PDIP dan aktif mempopulerkan empat pilar kebangsaan saat memimpin MPR.
“Kami merefleksikan almarhum adalah tokoh nasional yang berjasa mempererat persaudaraan dan kerukunan di antara anak bangsa. Kami merefleksikan Almarhum adalah tokoh yang berjasa besar bagi sosialisasi empat pilar MPR RI ke seluruh Indonesia,” ucap Gus Mis.
Gus Mis juga menyampaikan doa untuk Surindro Supjarso sekaligus penegasan atas nilai pengabdian. Dalam doanya, Zuhairi mengenang jejak pengabdian Surindro yang wafat dalam tugas.
“Beliau berikan dharma baktinya untuk negeri tercinta ini. Beliau telah menanamkan mengapa kami, bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman,” ujar Gus Mis.
(knv/rdp)