PALEMBANG, rakyatpembaruan.com –
Pemerintah Kota Palembang menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mewakili Wali Kota Palembang saat membuka kegiatan Gemilang Palembang Raya X dan Digital Kito Galo (DKG) ke-7, yang digelar Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam berbagai hal, Aprizal Hasyim menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Sumsel yang secara konsisten menghadirkan Digital Kito Galo sebagai agenda strategi tahunan dalam mendorong edukasi, perluasan akseptasi, serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Sumatera Selatan yang terus berkomitmen membangun literasi digital masyarakat serta memperkuat ekonomi digital daerah melalui Digital Kito Galo,” ujarnya kamis (25/6/2026).
Menurut Aprizal, penyelenggaraan DKG tahun ini memiliki makna yang lebih istimewa karena dirangkaikan dengan Gemilang Palembang Raya dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1343. Kolaborasi tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menuturkan, sejak masa lampau Palembang telah dikenal sebagai pusat perdagangan dan peradaban yang berkembang di sepanjang Sungai Musi. Sungai yang menjadi ikon kota itu tidak hanya menjadi urat nadi kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi, budaya, dan sosial.
“Palembang adalah kota tua yang terus muda. Tua dalam sejarah dan peradabannya, namun muda dalam semangat inovasi dan kemajuan. Semangat inilah yang harus terus kita pelihara agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Aprizal menjelaskan, transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pola transaksi hingga cara memasarkan produk. Kehadiran QRIS, marketplace, dan berbagai platform digital menjadi peluang besar bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing.
Pemerintah Kota Palembang, lanjutnya, juga terus mendorong digitalisasi layanan publik dan transaksi keuangan daerah melalui pembayaran pajak dan retribusi secara digital serta perluasan penggunaan QRIS.
“Komitmen ini sejalan dengan perkembangan transaksi digital di Palembang yang saat ini mencakup sekitar 63 persen transaksi QRIS di Sumatera Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Palembang semakin siap memasuki era ekonomi digital,” ungkapnya.
Selain itu, Aprizal Menyebut Kota Palembang memiliki Indeks Manusia Pembangunan (IPM) yang tergolong tinggi, yakni 83,27. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan pengembangan ekosistem digital yang semakin maju.
Pada kesempatan itu, Aprizal juga mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
“Produk Palembang tidak hanya dikenal melalui pempek, songket, dan jumputan, tetapi juga memiliki beragam potensi kuliner, kriya, fesyen, kopi, serta produk kreatif lainnya yang layak menembus pasar nasional hingga internasional,” katanya.
Ia menambahkan, momentum ini semakin relevan dengan terlaksananya program Palembang Great Sale 2026 yang berlangsung sepanjang Juli dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Palembang. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Tak lupa, Aprizal memberikan pesan khusus kepada generasi muda Palembang agar menjadi pelaku perubahan utama di era digital.
“Jadilah generasi yang tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi penggerak perubahan. Manfaatkan teknologi untuk berinovasi, membuka usaha, dan mempromosikan budaya, wisata, kuliner, serta produk unggulan Palembang,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan Gemilang Palembang Raya X dan Digital Kito Galo ke-7, Pemerintah Kota Palembang berharap semangat digitalisasi semakin tumbuh di tengah masyarakat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ekonomi serta kesejahteraan warga Kota Palembang.(ferdi/rp)
