Palembang, rakyatpembaruan.com-
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) massal bagi 800.000 pelaku UMKM di Indonesia merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Penandatanganan akad massal yang juga disertai peluncuran Program Kredit Perumahan (KPP) tersebut dinilai sebagai momentum penting dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM, UKM, dan IKM di Tanah Air.
Menurut Gubernur, pemberian modal usaha melalui KUR hanyalah salah satu komponen dalam memperkuat UMKM. Aspek lain yang tak kalah penting adalah peningkatan keterampilan serta kemampuan manajerial usaha pelaku agar bisa berkembang secara mandiri.
“Permodalan bukan satu-satunya yang harus diperhatikan. Keterampilan, bakat, dan keahlian dalam berwiraswasta juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Herman Deru usai menyaksikan penandatanganan akad KUR di Auditorium Graha Bina Praja, Palembang, Selasa (21/10/2025).

Herman Deru juga menyoroti pentingnya aspek pemasaran bagi pelaku UMKM. Ia menegaskan, produk yang baik harus dibarengi dengan kemampuan pemasaran yang efektif agar mampu bersaing di pasar yang semakin terbuka.
Oleh karena itu, ia mendorong pihak perbankan agar tidak hanya berperan sebagai penyalur dana, tetapi juga menjadi mitra edukatif bagi para debitur.
“Bank harus aktif memberikan pelatihan dan pemahaman tentang pengelolaan keuangan serta tanggung jawab terhadap pinjaman,” tegasnya.
Menurut Deru, edukasi ini penting agar masyarakat tidak menganggap KUR sebagai hibah dan memahami kewajiban pembayaran yang menyertainya. Hal ini juga langkah menjadi antisipatif mencegah terjadinya kemacetan kredit di kemudian hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Amiruddin, melaporkan bahwa kegiatan akad massal ini melibatkan 300 debitur dari empat bank Himbara.
Pelaksanaannya dilakukan secara serentak di 38 provinsi, dengan pusat kegiatan nasional di Surabaya yang dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Amiruddin menjelaskan, realisasi penyaluran KUR di Sumsel hingga tahun ini mencapai Rp7,6 triliun lebih dengan total 58 ribu lebih debitur. Dari angka tersebut, kontribusi terbesar disalurkan oleh Bank BRI dengan nilai Rp2 triliun lebih.
Selain menjadi solusi permodalan, KUR juga diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja baru di sektor produktif. Program ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah karena sebagian besar pelaku usaha kecil bergantung pada pembiayaan KUR.
Dari tingkat nasional, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa akad KUR massal serentak di seluruh Indonesia melibatkan sekitar 800 ribu pelaku usaha dengan total pembiayaan mencapai Rp300 triliun. Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai Rp218 triliun.
Ia menambahkan, tahun 2025 menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya 60 persen alokasi KUR tersalurkan ke sektor produksi. Tahun depan, pemerintah menargetkan angka tersebut naik menjadi 62 persen.
“Indonesia hanya bisa tumbuh melalui semangat kemandirian. Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutupnya.(fer/rp)