Jakarta – Pemerintah Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas dimulainya kembali pertempuran dengan Israel. Iran menyebut tindakan Israel “tidak dapat dipisahkan” dari kebijakan AS.
“Tanpa ragu, seperti yang saya katakan, tindakan rezim Zionis di kawasan ini tidak dapat dipisahkan dari kebijakan AS,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei dalam konferensi pers di Teheran, Iran, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (8/6/2026).
“Tidak ada yang percaya bahwa rezim Zionis akan melakukan tindakan apa pun tanpa koordinasi dan kerja sama sebelumnya dengan Amerika Serikat,” cetusnya.
Sebelumnya, otoritas Israel mengatakan pada hari Senin (8/6) bahwa mereka telah menyerang target-target di berbagai wilayah Iran. Langkah ini menentang seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menahan diri dari perjanjian terhadap gempuran rudal Teheran.

Bunyinya terdengar di tiga kota termasuk ibu kota Iran, Teheran, menurut televisi pemerintah Iran. Sementara militer Israel mengatakan telah menyerang sasaran di Iran barat dan tengah.
Laporan kantor berita AFP, Senin (8/6/2026), Israel menyebut bahwa serangan rudalnya tersebut merupakan tindakan balasan terhadap serangan Iran pada hari Minggu (7/6) dengan 11 rudal, yang semuanya berhasil dicegat, tanpa korban jiwa.
Sebelumnya, Trump berusaha menenangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seiring Israel menuduh Teheran melakukan “kesalahan besar”.
“Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas,” kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid dalam wawancara telepon.
“Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan lain,” kata Trump seperti yang diberitakan.
Ravid kemudian memposting bahwa seorang pejabat AS mengatakan Trump berbicara dengan Netanyahu, meskipun Gedung Putih dan Trump belum memberikan komentar.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper ikut pembatasan pengendalian diri.
“Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun,” tulisnya di media sosial X, seraya terwujudnya diplomasi.
Teheran telah mendokumentasikan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen juga harus menghentikan konflik paralel di Lebanon, di mana Israel sedang melakukan serangan melawan gerakan Hizbullah yang didukung Iran. Teheran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan baru di Beirut, ibu kota Lebanon akan memicu “kembalinya permusuhan skala penuh”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ali Safari mengatakan kepada televisi Al-Mayadeen, bahwa serangan Teheran itu terjadi setelah berminggu-minggu menahan diri terhadap agresi Israel.
Garda Revolusi Iran menyebut serangan itu sebagai “peringatan” setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut sebelumnya. Garda ancaman serangan yang lebih luas jika agresi Israel itu terjadi.
