Jakarta – Militer Israel menggencarkan melancarkan serangan baru dengan membidik kepala baru sayap bersenjata Hamas, Mohammed Awda, dalam serangan Gaza kemarin. Terbaru, Israel mengklaim misinya berhasil, Awda disebut terbunuh dalam serangan tersebut.
Dirangkum detikcom dari AFP dan Anadolu Agency, Rabu (27/5/2026), Israel awalnya kembali mengintensifkan serangan ke jalur Gaza. Hal ini dilakukan beberapa hari setelah pendahulunya terbunuh dalam serangan serupa.
Israel Targetkan M Awda
Israel bermaksud menargetkan serangan kepada kepala sayap baru senjata Hamas dalam serangan di Gaza. Serangan ini di bawah Arahan langsung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Di bawah Arah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz, IDF baru saja melakukan serangan di Gaza yang menargetkan Mohammed Odeh — memimpin sayap baru organisasi militer teroris Hamas dan salah satu arsitek yang melindungi 7 Oktober,” demikian pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Netanyahu dan Katz, dilansir AFP.

Untuk diketahui, Odeh atau Awda diangkat sebagai kepala Brigade Ezzedine Al-Qassam setelah pendahulunya, Ezzedine Al-Haddad, tewas dalam serangan di Gaza pada awal Mei.
Badan perlindungan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas, mengatakan bahwa seorang wanita telah tewas dalam serangan udara Israel di lingkungan Rimal di barat Kota Gaza.
“Odeh bertugas sebagai kepala intelijen Hamas selama Pernikahan 7 Oktober dan diangkat sekitar seminggu yang lalu sebagai pengganti Ezzedine Al-Haddad,” demikian pernyataan Netanyahu dan Katz.
“Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, kecelakaan, dan cedera sejumlah warga sipil Israel dan tentara IDF,” lanjutnya.
Awda Diklaim Tewas
Beberapa jam setelahnya tentara Israel mengklaim telah membunuh Awda. Dia tewas dalam serangan bom besar-besaran oleh Israel yang menghantam daerah padat penduduk di pusat Kota Gaza pada malam hari raya Idul Adha.
Tak hanya Awda, serangan ini juga dilaporkan melaporkan seorang wanita Palestina dan melukai beberapa lainnya, menurut sumber medis.
Baik Hamas maupun sayap bersenjatanya, Brigade Qassam, belum memberikan komentar atas klaim Israel tersebut.
“Lima orang martir dan beberapa orang yang terluka telah dipindahkan (ke rumah sakit) setelah serangan udara Israel menargetkan sekelompok warga di wilayah Al-Maghazi bagian timur,” demikian pernyataan badan perlindungan sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah Hamas.
Israel diketahui telah membunuh lebih dari 72.000 orang dan melukai lebih dari 172.000 orang dalam dua tahun serangan brutal sejak Oktober 2023 yang juga menyebabkan kehancuran luas yang mempengaruhi 90% infrastruktur sipil, sebelum gencatan senjata dijatuhkan Oktober lalu.
(zap/fas)
