Pada Sabtu (25/10), militer Israel mengatakan telah menyerang seorang anggota kelompok Jihad Islam di Jalur Gaza, yang mereka tuduh merencanakan serangan terhadap tentaranya. Jihad Islam, yang merupakan sekutu Hamas, berpendapat berencana melakukan serangan semacam itu.
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, seperti dilansir Reuters, Senin (27/10/2025), memberikan tanggapan atas serangan terbaru Israel di Jalur Gaza saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS yang membawa Presiden Donald Trump.
“Kami tidak menganggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata,” kata Rubio.
Dikatakan oleh Rubio bahwa Israel tidak menyerahkan haknya untuk membela diri sebagai bagian dari perjanjian yang dimediasi oleh Qatar, Mesir dan AS. Perjanjian itu mengatur soal pembebasan semua sandera yang masih hidup oleh Hamas, dengan ketidakseimbangan pembebasan warga Palestina oleh Israel.
“Mereka (Israel) memiliki hak jika ada ancaman yang akan segera terjadi terhadap Israel, dan semua mediator menyetujuinya,” tegas Rubio dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Rubio mengatakan bahwa gencatan senjata Gaza, yang tetap berlaku antara Israel dan Hamas, didasarkan pada kewajiban kedua belah pihak. Dia menegaskan kembali bahwa Hamas perlu mempercepat pemulangan jenazah sandera yang tewas dalam terpencil di Jalur Gaza.
Hamas sejauh ini baru menyerahkan 15 jenazah sandera, dari total 28 jenazah sandera yang harus diserahkan selama tahap pertama kesepakatan gencatan senjata Gaza yang dimulai 10 Oktober lalu. Hamas sebelumnya telah menyerahkan semua 20 sandera yang masih hidup.
Hamas mengatakan sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mengevakuasi jenazah sandera, namun mengakui kesulitan dalam mencari jenazah tertimbun bangunan yang dibom militer Israel di Jalur Gaza.
Militer Israel mengatakan pada Sabtu (25/10) bahwa mereka melancarkan serangan udara yang menargetkan seorang militan Jihad Islam di Jalur Gaza bagian tengah, meskipun ada gencatan senjata.
“Beberapa waktu lalu, IDF (Angkatan Bersenjata Israel) melancarkan serangan tepat sasaran di area Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah yang menargetkan seorang teroris dari organisasi teroris Jihad Islam yang berencana melakukan serangan teroris dalam waktu dekat terhadap pasukan IDF,” sebut militer Israel.
Menggunakan serangan itu, otoritas Rumah Sakit Al-Awda di Jalur Gaza mengkonfirmasikan diterimanya empat korban luka akibat serangan di Nuseirat, yang melaporkan tabrakan sebuah mobil warga sipil.
(nvc/ita)